Selain Prabowo, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin juga menyaksikan proses sejak torpedo disiapkan sampai diluncurkan dari KSOT. Dia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo selaku penentu pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis memonitor jalannya uji tembak torpedo piranha hari ini.
”Penembakan (torpedo dari) kapal selam autonomous yang kita kenal dengan KSOT, perlu saya informasikan kepada teman-teman media bahwa hari ini presiden mengikuti langsung melalui teknologi komunikasi mengenai pelaksanaan penembakan torpedo dari KSOT,” ucap Sjafrie, seperti yang dilansir laman JawaPos.com.
Usai uji tembak tersebut, Sjafrie mengatakan bahwa dirinya bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Direktur Utama (Dirut) PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod langsung melakukan evaluasi teknis agar KSOT diproduksi dengan berbagai penyempurnaan.
”Tadi, saya, panglima, Kepala Staf Angkatan Laut, dan dirut PT PAL sudah mengadakan satu evaluasi teknis. Kami menyimpulkan bahwa Kementerian Pertahanan melaporkan kepada Pak Presiden selaku penentu alutsista strategis dari TNI bahwa kita perlu 30 kapal selam autonomous untuk menjaga choke point yang ada di perairan nasional kita,” ucap Sjafrie.
Lebih lanjut, Sjafrie juga menginginkan alutsista tersebut diproduksi bersamaan dengan torpedo piranha. Sjafrie menyatakan bahwa Presiden Prabowo mendukung penuh pengembangan dan produksi KSOT oleh PT PAL Indonesia. Kepala negara ingin pengembangan dan produksi tersebut berjalan sukses.
”Beliau (Presiden Prabowo) sebagai ketua Dewan Pertahanan Nasional sangat memberi perhatian khusus kepada pembangunan kekuatan TNI sampai kepada hal-hal yang teknis. Kita semua ada di sini, Pak Presiden dari Jakarta, baru saja mengikuti penembakan KSOT.
Pesannya harus sukses dan harus berhasil. Ini adalah pekerjaan keras kita semua,” tandasnya.
Editor : Uways Alqadrie