Menurut Purbaya, kekhawatiran tersebut tidak beralasan. Ia memastikan proyek pembangunan IKN tetap berjalan meski alokasi dana dari APBN tahun ini dikurangi.
“Kalau kata saya, IKN tidak akan jadi kota hantu. Media luar sering salah menilai. Kita tetap lanjut,” ujar Purbaya usai rapat kerja bersama Komite IV DPD RI, Senin, 20 Oktober 2025.
Purbaya menilai kondisi keuangan negara masih cukup kuat menopang pembangunan jangka panjang. Ia optimistis, seiring dengan membaiknya ekonomi nasional, dukungan fiskal untuk IKN akan menguat.
“Kalau ekonomi kita bagus, dana pemerintah juga bertambah. Jadi tidak perlu takut,” katanya.
Pemerintah, lanjut dia, kini mengandalkan partisipasi swasta sebagai penggerak utama pembangunan. Sejumlah perusahaan telah mendapat izin memulai pembangunan kawasan perumahan di IKN.
“Swasta sudah mulai bangun rumah. Kalau nanti perlu, pemerintah bisa masuk lagi tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.
Pernyataan Purbaya sekaligus menjawab laporan The Guardian yang menyoroti berkurangnya anggaran IKN dan minimnya kunjungan Presiden Prabowo ke lokasi proyek. Media itu juga mencatat mundurnya kepala dan wakil kepala Otorita IKN sebagai tanda stagnasi.
Namun, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono justru menegaskan proyek memasuki fase percepatan. Ia memperkirakan jumlah pekerja akan naik dari 7.000 menjadi 20.000 orang. “Tahap kedua ini fokus ke kawasan legislatif dan yudikatif,” kata Basuki.
Pemerintah telah menyiapkan kontrak senilai Rp8,5 triliun untuk kompleks legislatif dan Rp3,1 triliun untuk yudikatif. Penandatanganan dijadwalkan berlangsung akhir Oktober hingga November 2025.
Keduanya, Purbaya dan Basuki, kompak menyebut pembangunan IKN tetap on track. Optimisme itu diharapkan bisa membantah narasi negatif media asing yang menilai proyek ibu kota baru akan berakhir mangkrak.
Editor : Uways Alqadrie