“Pusat gempa berada sekitar 16 kilometer di tenggara Tarakan,” tulis akun resmi @infoBMKG di platform X.
Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi terkait kerusakan maupun korban akibat guncangan tersebut. BMKG menyebutkan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Warga di Tarakan sempat merasakan getaran ringan selama beberapa detik. Sejumlah pengguna media sosial melaporkan benda-benda di rumah sempat bergoyang, namun aktivitas masyarakat segera kembali normal.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. “Data masih dalam tahap pemutakhiran dan dapat berubah seiring proses analisis lanjutan,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Pia, warga yang tinggal di Karang Balik, Tarakan, mengaku getaran gempa begitu kuat ia rasakan. “Iya, kuat gempanya, bangunan bergoyang,” ucapnya.
Ari, warga di Kampung Satu mengatakan hal yang sama. Gempa berlangsung tak lama, hanya dalam hitungan detik. Namun getarannya cukup kuat.
Susilowati, warga Kelurahan Sebengkok, Tarakan, menceritakan detik-detik saat gempa terjadi. Ia sedang berhenti di tepi jalan ketika tiba-tiba ban motornya terasa bergoyang seperti kempes. “Saya pikir ban bocor, ternyata tanahnya ikut bergetar,” ujarnya.
Guncangan terasa singkat, namun cukup membuatnya panik dan turun dari motor untuk memastikan keadaan aman.
Editor : Uways Alqadrie