Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ancaman Perang di Depan Mata, Afghanistan dan Pakistan Gagal Sepakati Solusi Keamanan

Ari Arief • Minggu, 9 November 2025 | 12:25 WIB
BUNTU: Perundingan buntu, Afghanistan dan Pakistan terancam perang.
BUNTU: Perundingan buntu, Afghanistan dan Pakistan terancam perang.

KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Perundingan putaran damai terakhir antara Afghanistan dan Pakistan dikonfirmasi telah membahas kegagalan. Pemerintah Taliban Afghanistan menuding pihak lawannya menyatakan tidak bertanggung jawab dan tidak kooperatif, sehingga menyebabkan kegagalan tersebut.

Juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, berpendapat bahwa Pakistan berupaya memberikan tanggung jawab keamanan sepenuhnya kepada Kabul.

“Dalam pembahasan, pihak Pakistan berupaya melimpahkan seluruh tanggung jawab atas isu keamanan kepada pemerintah Afghanistan. Padahal mereka tidak mau ikut bertanggung jawab atas keamanan Afghanistan maupun keamanan diri mereka sendiri,” ungkap Mujahid, seperti yang dikutip dari AFP , Minggu (9/11).

Baca Juga: Pro Kontra Gelar Pahlawan Nasional Soeharto, NasDem Dukung, PDIP Minta Kajian Ulang

Menurutnya, sikap penyampaian Pakistan yang dinilai “tidak bertanggung jawab dan tidak kooperatif” inilah yang membuat pertemuan bilateral tersebut tidak menghasilkan hasil kesepakatan apa pun.

Pihak Islamabad dan mediator terkait belum memberikan komentar segera mengenai pernyataan tersebut.

Namun, sehari sebelumnya, Menteri Penerangan Pakistan, Attaullah Tarar, telah memberikan sinyal kegagalan perundingan. Tarar menekankan bahwa tanggung jawab untuk anggota terorisme berada di tangan Afghanistan.

“Pakistan akan memanfaatkan segala opsi untuk menjamin keamanan dan pelestarian rakyatnya,” tegas Tarar.

Baca Juga: Trump, Xi Jinping atau Putin, Siapa yang Akan Menekan Tombol Perang Dunia III Lebih Dulu?

Perlu diketahui, kedua negara sebelumnya telah menyetujui gencatan senjata pada 19 Oktober 2025 di Qatar. Pertemuan putaran terakhir yang berakhir tanpa hasil ini diselenggarakan di Turki pada hari Kamis sebelumnya, di mana isi diskusinya sebagian besar dirahasiakan.

Hubungan kedua negara telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Pakistan menuduh Afghanistan melindungi kelompok militan yang melancarkan serangan di wilayahnya. Sebaliknya, pemerintah Taliban secara konsisten menyangkal tuduhan tersebut.

Pakistan diketahui menginginkan adanya jaminan dari Afghanistan untuk menghentikan dukungan terhadap organisasi bersenjata, terutama Taliban Pakistan. Sebaliknya, Afghanistan menuntut penghormatan terhadap perlindungan wilayahnya dan sebaliknya menuduh Islamabad mendukung kelompok bersenjata yang melawan pemerintahnya. (*)

Editor : Uways Alqadrie
#afghanistan #perang #Buntu #pakistan