Ketiganya ditangkap di Kabupaten Merangin, Jambi, setelah penyidik memastikan Bilqis menjadi korban jaringan perdagangan anak lintas pulau.
Menurut keterangan polisi, para pelaku membawa Bilqis dari Makassar pada Minggu, 2 November 2025. Ia diculik dari Taman Pakui Sayang, Jalan AP Pettarani, saat ayahnya tengah melatih tenis di lapangan dekat lokasi.
Seorang perempuan menjadi otak dari aksi penculikan itu. Dalam video interogasi yang beredar, pelaku mengaku menjual Bilqis seharga Rp3 juta kepada seseorang yang belum teridentifikasi.
“Saya nggak tahu namanya, dia yang minta Rp3 juta,” ucapnya di hadapan penyidik.
Polisi menyebut uang hasil penjualan dikirim dua kali melalui transfer bank—Rp500 ribu pertama, disusul Rp2,5 juta beberapa hari kemudian.
“Dari pengakuan awal, mereka beroperasi lintas provinsi dan memiliki jaringan penampung,” kata Kasatreskrim Polres Merangin, IPTU Eka Putra Yuliesman Koto.
Tim gabungan Polda Sulsel dan Polda Jambi menemukan Bilqis di sebuah gubuk di Kecamatan Tabir Selatan, Merangin, pada Sabtu malam, 8 November 2025. Bocah itu ditemukan dalam keadaan ketakutan dan menolak digendong.
Begitu mendengar suara ibunya melalui sambungan telepon, Bilqis menangis dan keluar dari persembunyian.
Setelah memastikan keselamatan korban, polisi segera mengamankan tiga pelaku. Mereka kini ditahan di Mapolres Merangin untuk penyidikan lanjutan.
“Fokus kami mengusut siapa pembeli dan bagaimana jaringan ini beroperasi,” ujar Eka.
Bilqis saat ini berada di bawah pendampingan psikolog dan rencananya dipulangkan ke Makassar usai pemeriksaan.
Keluarganya di Makassar menyambut kabar itu dengan haru. “Yang penting anak saya selamat,” kata ayahnya, Dwi Nur Mas, singkat.
Bilqis Akhirnya Pulang
Suasana haru menyelimuti halaman Mapolrestabes Makassar, Minggu siang, 9 November 2025.
Bilqis Ramdhani, bocah perempuan berusia empat tahun yang sempat menghilang selama sepekan, tiba dengan pengawalan ketat.
Ia digendong seorang petugas, mengenakan baju kotak biru, sesekali melambaikan tangan ke arah warga yang menunggu.
Begitu Bilqis turun dari mobil, tangis pecah. Orang tuanya, Dwi Nur Mas dan istrinya, langsung memeluk sang anak yang terlihat sehat namun masih tampak kebingungan.
“Alhamdulillah…,” hanya itu yang terdengar di sela isak haru keluarga.
Menurut pantauan di lokasi, warga sekitar dan kerabat ikut berdesakan di depan ruang pemeriksaan kesehatan, tempat Bilqis menjalani pemeriksaan sebelum dibawa ke ruang konseling anak.
Sepekan Hilang, Ditemukan Ribuan Kilometer dari Makassar
Bilqis dilaporkan hilang pada Minggu, 2 November 2025, saat menemani ayahnya berlatih tenis di lapangan kawasan Taman Pakui Sayang, Jalan AP Pettarani, Makassar.
Dwi sempat memanggil putrinya beberapa kali di sela permainan, namun tak ada sahutan.
“Biasanya dia menyahut, tapi waktu itu tidak ada suara. Saya cari, sudah nggak kelihatan,” ujarnya kepada wartawan.
Rekaman CCTV kemudian mengungkap sosok perempuan berpakaian hitam menuntun tiga anak di tepi jalan. Salah satunya diyakini Bilqis.
“Saya yakin itu anak saya. Saya tidak kenal perempuan yang bawa,” kata Dwi.
Keluarga sempat menerima telepon dari orang tak dikenal yang mengaku tahu lokasi Bilqis.
Pelaku meminta uang antara Rp100 ribu hingga Rp2 juta. Polisi menduga panggilan itu bagian dari jaringan penipuan yang memanfaatkan kepanikan keluarga korban.
Editor : Uways Alqadrie