Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ratusan Ribu Warga Kaltim Terpapar Penyakit Tidak Menular karena Hal Sepele, Ini yang Patut Diwaspadai

Nasya Rahaya • Rabu, 12 November 2025 | 07:00 WIB

Hingga November 2025, hasil program Cek Kesehatan Gratis menunjukkan, hipertensi menjadi penyakit paling banyak diderita warga Kaltim.
Hingga November 2025, hasil program Cek Kesehatan Gratis menunjukkan, hipertensi menjadi penyakit paling banyak diderita warga Kaltim.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat hipertensi masih menjadi penyakit paling banyak diidap masyarakat di provinsi ini. Data hingga November 2025 menunjukkan, dari 566.991 warga yang mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebanyak 110.137 orang terdeteksi menderita hipertensi, disusul 30.067 orang diabetes melitus, dan 17.158 obesitas.

Ketiga penyakit tidak menular (PTM) ini mendominasi dari 22 jenis penyakit yang diperiksa, dengan kelompok usia terbanyak berada pada rentang 40–59 tahun. Kondisi tersebut menjadi peringatan penting menjelang peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, bahwa pola hidup masyarakat Kaltim perlu mendapat perhatian serius.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim dr. Jaya Mualimin mengatakan, ketiga penyakit ini menggambarkan pola hidup yang belum sehat, terutama kurangnya aktivitas fisik dan tingginya konsumsi gula serta lemak.

“Ini menunjukkan masyarakat kita kurang bergerak. Pola makan juga cenderung tinggi gula dan lemak. Tiga faktor ini sangat berpengaruh terhadap munculnya hipertensi, diabetes, dan obesitas,” ujar Jaya kepada Kaltim Post, Selasa (11/11).

Untuk itu, momentum HKN ke-61 dijadikan ajakan bagi masyarakat agar lebih aktif menjaga kesehatan. Dinkes Kaltim menggelar Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui kegiatan senam, gowes, dan jalan kaki bersama di Lapangan Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda, pada Sabtu, 15 November 2025, mulai pukul 06.00 Wita.

“Kegiatannya terbuka untuk umum. Masyarakat cukup datang dan mengambil kupon di lokasi,” kata Jaya. Selain olahraga bersama, acara juga dimeriahkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis serta beragam doorprize menarik seperti kulkas, mesin cuci, sepeda, dan televisi.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim dr. Jaya Mualimin. (NASYA RAHAYA/KALTIM POST)
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim dr. Jaya Mualimin. (NASYA RAHAYA/KALTIM POST)

Menurut Jaya, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat tidak menunggu sakit untuk memeriksakan diri. Ia mengingatkan bahwa hipertensi, diabetes, dan obesitas dapat memicu komplikasi serius seperti penyakit jantung, terutama pada usia di atas 40 tahun. “Kasus hipertensi mulai banyak muncul di usia 30 tahun ke atas, bahkan ada yang lebih muda. Karena itu penting melakukan pencegahan sejak dini,” tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya promotif, Jaya menambahkan bahwa program Cek Kesehatan Gratis kini dapat diakses kapan saja tanpa menunggu hari ulang tahun peserta, seperti kebijakan sebelumnya. Pemeriksaan bisa dilakukan setahun sekali di seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama (puskesmas).

“Bisa juga lebih sering, misalnya enam bulan sekali, terutama jika merasa kurang sehat. Ini upaya kita mendorong deteksi dini agar penyakit tidak berkembang,” katanya. Selain pemeriksaan bagi dewasa, Dinkes Kaltim juga menyiapkan layanan skrining bayi baru lahir di laboratorium, mencakup pemeriksaan hormon dan kelainan bawaan. Terakhir, Jaya berharap momentum HKN menjadi awal kesadaran baru bagi warga Kaltim untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Program Cek Kesehatan Gratis #CKG #Jaya Mualimin #hipertensi #kaltim #obesitas