Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

 Hilangnya Alvaro Kiano, Kisah Delapan Bulan Pencarian Tanpa Henti di Pesanggrahan

Ari Arief • Kamis, 13 November 2025 | 11:22 WIB

Alvaro Kiano Nugroho
Alvaro Kiano Nugroho

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, senja pada Rabu, 6 Maret 2025, menjadi penutup tragis bagi keluarga Tugimin.

Kala itu, langit meredup, dan suasana Masjid Jami Al-Muflihun mulai ramai oleh anak-anak yang bersiap berbuka dan salat Magrib.

Salah satu anak yang berlarian menuju masjid di ujung gang itu adalah Alvaro Kiano Nugroho, seorang bocah berusia enam tahun.

Bagi Tugimin, sang kakek, sore itu adalah momen terakhir ia melihat senyum Alvaro. "Biasanya setelah salat Maghrib cucu saya langsung pulang," tutur Tugimin dengan nada pilu. "Namun, sore itu dia tidak pernah kembali," tambahnya.

Alvaro berpamitan dengan kakeknya untuk berbuka puasa dan menunaikan salat Magrib, mengenakan kaus dan celana panjang.

Tugimin, yang seperti biasa menunggu di rumah sambil menyiapkan hidangan malam, sama sekali tidak merasakan firasat buruk.

Baca Juga: Bilqis Cerita Pengalaman Selama Diculik: Tidur dengan Orang Asing, Makan Mi Setiap Hari, Masih Ada 9 Korban Lagi

Namun, waktu terus berjalan. Pukul delapan malam berganti sembilan, dan menjelang setengah sepuluh, Alvaro belum juga menampakkan diri. Dikuasai rasa panik, Tugimin segera bergegas menuju masjid.

Di sana, marbot masjid menceritakan sebuah kejanggalan, seorang pria tak dikenal sempat mendatangi masjid dan mencari Alvaro.

"Saya mau nyari anak saya. Namanya Alvaro. Biasanya salat di sini,” kata pria tersebut kepada marbot yang sempat menaruh curiga. Setelah percakapan itu, Alvaro tak terlihat lagi di area masjid, dan sejak saat itu, jejaknya lenyap.

Malam itu juga, Tugimin menyisir setiap sudut permukiman, bertanya kepada tetangga, pengurus RT, hingga teman-teman sepermainan Alvaro. "Kami tanya semua orang, tapi tidak ada satu pun yang melihat," kenangnya.

Sekitar pukul 22.00 WIB, Tugimin melapor ke Polsek Pesanggrahan, namun laporan kehilangan baru dapat diproses setelah 1x24 jam.

Hari berikutnya, ia kembali dan diarahkan ke Polres Jakarta Selatan karena kasus tersebut melibatkan anak di bawah umur. Laporan resmi baru selesai menjelang tengah hari.

Baca Juga: Anak Pelaku Penculikan Bilqis di Makassar Ungkap Fakta Baru: Dua Adiknya Diduga Telah Dijual

Upaya pencarian melalui rekaman CCTV menemui jalan buntu. Kamera masjid ternyata rusak, dan kamera pengawas jalan di sekitar lokasi pun tidak berfungsi. "Kami jadi kebingungan. Sudah dicari ke mana-mana, tapi hasilnya nihil," katanya lirih.

Minggu berganti bulan. Tugimin terus berjuang, bahkan meminta bantuan dari ahli agama untuk petunjuk dan doa. Namun, semua upaya itu berakhir "gelap" tanpa titik terang.

"Saya sudah berkonsultasi dengan ustaz, dengan Kiai. Tapi belum ada petunjuk sama sekali," ujar Tugimin dengan suara berat.

Sejak tahun 2019, Alvaro memang tinggal bersama Tugimin. Ayahnya, Agus Nugroho, sedang menjalani masa hukuman di Lapas Cipinang, sementara ibunya, Arum Indah Kusumastuti, jarang berada di rumah karena tuntutan pekerjaan. "Dia cucu yang baik, tidak pernah neko-neko," kenang Tugimin.

Kini, sudah delapan bulan berlalu. Di meja ruang tamu sederhana Tugimin, foto Alvaro masih terpajang sebagai pengingat dan sumber doa. "Mohon dibantu pencarian ini. Mudah-mudahan cucu saya bisa cepat kembali,” pintanya.

Tindak Lanjut Kepolisian, Pencarian Meluas hingga Luar Kota

Baca Juga: Empat Tersangka Penculikan Bilqis Ditangkap, Anak Korban Nyaris Dijual Rp80 Juta

Kepolisian memastikan bahwa upaya menemukan Alvaro masih terus berlangsung. Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam, mengungkapkan bahwa pihaknya, bersama Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya, secara aktif menelusuri setiap kemungkinan, bahkan hingga ke luar kota.

“Kami masih terus berupaya maksimal. Mulai dari Polsek, Polres, hingga Polda, semuanya ikut membantu. Informasi dari saksi, pihak sekolah, keluarga, bahkan pesan di media sosial, semuanya kami tindak lanjuti,” kata Seala pada Rabu (12/11).

Seala juga menyayangkan adanya laporan palsu dan penipuan yang dialami keluarga Alvaro.

"Beberapa kali keluarga menjadi korban penipuan. Ada pihak yang mengaku melihat anak itu di lokasi tertentu, tapi pada akhirnya hanya meminta uang. Ternyata itu kebohongan,” jelasnya.

Baca Juga: Bocah Bilqis Diculik di Makassar: Dijual Rp80 Juta hingga Jambi ke Kelompok Suku Anak Dalam

Meskipun demikian, setiap informasi yang terindikasi valid, sekecil apa pun, tetap diselidiki.

“Bahkan jika ada laporan dari guru mengaji atau pihak mana pun, kami telusuri. Tim kami sudah turun ke lapangan hingga ke Sukabumi dan Pandeglang untuk menggali semua kemungkinan,” tegasnya.

Sebagai upaya penyebarluasan informasi, Polsek Pesanggrahan rutin memublikasikan detail dan foto Alvaro di akun media sosial resmi mereka, dengan harapan mendapatkan petunjuk baru dari masyarakat.

Di tengah kesunyian rumahnya di Pesanggrahan, Tugimin memiliki kebiasaan yang tidak pernah berubah yaitumenyalakan lampu teras setiap malam.

Ia menjelaskan bahwa hal itu adalah upayanya yang sederhana untuk menuntun Alvaro kembali, berharap cucunya bisa melihat cahaya itu dari kejauhan.

“Saya tidak akan pernah menyerah. Saya yakin, suatu hari nanti Alvaro pasti akan pulang,” ujarnya, sambil menatap foto bocah kecil yang menghilang bersama senja di bulan Maret itu. (*)

Editor : Almasrifah
#Pesanggrahan #jakarta selatan #masjid jami #pencarian #hilang #polsek pesanggrahan #Alvaro Kiano Nugroho