Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kadin Kaltim: Tambang Batu Bara Masih Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Sektor Lain Jauh Jadi Pengganti

Muhammad Ridhuan • Minggu, 16 November 2025 | 17:05 WIB
Wakil Ketua Bidang Investasi Kadin Kaltim Alexander Sumarno
Wakil Ketua Bidang Investasi Kadin Kaltim Alexander Sumarno

KALTIMPOST.ID-Wakil Ketua Bidang Investasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim Alexander Sumarno menilai, peran sektor batu bara sebagai tulang punggung ekonomi Kaltim hingga kini belum bisa tergantikan.

Berbagai sektor ekonomi yang eksis dan sedang bertumbuh secara pesat saat ini disebutnya masih jauh sebagai substitusi.

“Kaltim ini ditopang penuh oleh batu bara hingga migas. Kalaupun ada sektor lain, sifatnya membantu. Seperti pupuk dan turunannya. Termasuk sawit. Namun sawit ini, industri yang high end product-nya di Kaltim belum besar. Penambahan lahan sawit juga terhambat. Izin untuk lahan baru sudah tidak keluar,” sebut Alexander, Jumat (14/11).

Menurutnya, dengan hampir 50 persen hasil batu bara menopang ekonomi Kaltim, maka setiap gejolak yang terjadi di komoditas ini akan punya dampak serius.

Meski disadarinya, uang yang dihasilkan dari batu bara ini tidak semua dinikmati oleh masyarakat Kaltim.

“Kita tahu, hasil batu bara di Kaltim ini ‘kan duitnya tidak benar-benar berputar di Kaltim. Mulai sisi pekerja, yang banyak ahlinya dari luar Kaltim, hingga penerimaan negaranya juga dipegang pusat. Kaltim hanya menerima transfer,” ungkapnya.

Namun bagaimana pun efek batu bara di Kaltim tetap ada yang dirasakan langsung. Salah satunya melalui pajak dan retribusi daerah.

Seperti pajak kendaraan bermotor (PKB) untuk kendaraan umum dan pajak alat berat (PAB) untuk alat berat yang digunakan dalam operasi pertambangan.

Itu, kata dia, meski kecil di mata pemerintah pusat, tetapi punya dampak signifikan terhadap keuangan di daerah.

“Makanya kalau sampai kegiatan operasi pertambangan turun, tidak hanya soal nilai transfer yang berkurang. Namun di daerah sekitar pertambangan, ada efek menurunnya perputaran ekonomi,” sebutnya.

Alexander menyebut, sulit memprediksi outlook ekonomi Kaltim ke depan. Karena kondisi harga acuan batu bara dunia yang masih fluktuatif.

Sementara seharusnya, pemerintah lebih mampu membaca dinamika harga minyak dunia.

Yang disebutnya lebih punya pengaruh global terhadap situasi ekonomi sebuah negara karena masih menjadi sumber energi primer terbesar.

“Informasi yang saya terima, batu bara di Kaltim saat ini memang sedang mengalami penurunan kinerja. Utamanya di daerah sekitar tambang meski kecil namun terjadi perlambatan ekonomi. Tahun ini saja, saya dapat kabar ada IUP (izin usaha pertambangan) di Kukar yang mau stop operasi pada akhir tahun ini jika kondisi batu bara masih seperti ini,” sebutnya. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #Ekonomi Kaltim 2025 #KADIN Kaltim #Kutai Barat #batu bara