Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pengakuan AKBP Basuki Soal Kematian Dosen Untag Semarang Dwinanda Linchia Levi: Profil Lengkap Dosen Enerjik

Uways Alqadrie • Rabu, 19 November 2025 | 14:33 WIB

Dwinanda Linchia Levi
Dwinanda Linchia Levi
KALTIMPOST.ID, SEMARANG — Dunia akademik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang tengah diguncang kabar duka. Dwinanda Linchia Levi, 35 tahun, dosen Hukum Pidana yang dikenal produktif meneliti, ditemukan meninggal di sebuah hotel di kawasan Gajahmungkur, Senin, 17 November 2025. 

Ia ditemukan dalam kondisi terlentang tanpa busana di lantai kamar 210. Di dalam kamar, polisi mendapati seorang perwira menengah Polri, AKBP Basuki, 56 tahun. 

Perwira yang bertugas di Ditsamapta Polda Jawa Tengah itu mengaku sedang mendampingi Levi karena kondisinya yang disebut menurun sejak sehari sebelumnya.

Basuki menyebut Levi sudah lama bermasalah dengan tekanan darah dan kadar gula tinggi. Menurut dia, Levi sempat muntah-muntah pada Minggu sore. 

“Saya antar ke rumah sakit dulu. Terakhir saya lihat, dia masih pakai kaus biru-kuning dan celana training,” ujar Basuki. Ia mengaku terkejut saat mendapati Levi tergeletak tanpa busana keesokan hari.

Basuki berdalih kondisi itu dipicu reaksi tubuh menjelang kematian. Ia menyatakan tidak ada hubungan asmara, dan mengaku mengenal Levi hanya karena rasa simpati sejak orang tua Levi meninggal. 

Ia bahkan mengatakan sempat membiayai proses wisuda doktor Levi. “Saya sudah tua. Tidak ada hubungan seperti yang orang pikirkan,” katanya.

Jejak Akademik Sang Dosen

Nama lengkap korban adalah Dwinanda Linchia Levi Heningdyah Nikolas Kusumawardhani, akademisi muda dengan portofolio riset yang menonjol. 

Lulusan Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Diponegoro (2015–2019) dan Magister Ilmu Hukum Universitas Jenderal Soedirman itu tinggal di Purwokerto, Jawa Tengah, meski sehari-hari mengajar di Semarang.

Dari penelusuran Google Scholar, Levi tercatat aktif menulis artikel ilmiah sejak 2022 hingga 2024. Rekam digitalnya menunjukkan ia tengah berada pada masa paling produktif sebagai peneliti.

Akun Instagram @nandalinchialevi memperlihatkan ia kerap membagikan aktivitas sehari-hari. Levi diketahui belum menikah dan telah ditinggal kedua orang tuanya.

Sebagai akademisi, Levi dikenal cerdas, rajin meneliti, dan memiliki rekam jejak publikasi yang kuat. Ia adalah sosok perempuan Banyumas yang membangun kariernya dari bawah tanpa kehadiran kedua orang tua yang telah meninggal dunia.

Keterangan Sementara Polisi

Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh Levi selain bekas infus. Meski demikian, keluarga meminta dilakukan autopsi di RSUP Dr Kariadi untuk memastikan penyebab kematian.

AKBP Basuki menjadi saksi utama dalam penyelidikan. Polisi belum membuka identitas detail saksi lain maupun urutan aktivitas Levi sebelum meninggal. “Kami dalami dulu seluruh keterangan,” kata seorang penyidik.

Biodata Dwinanda Linchia Levi (Disarikan Ulang)

Nama lengkap: Dwinanda Linchia Levi Heningdyah Nikolas Kusumawardhani

Nama panggilan: Levi

Usia: 35 tahun

Domisili: Purwokerto, Jawa Tengah

Asal: Banyumas

Status keluarga: Belum menikah, kedua orang tua meninggal

Profesi: Dosen Fakultas Hukum, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Pendidikan:

S3 Ilmu Hukum, Universitas Diponegoro (2015–2019)

S2 Ilmu Hukum, Universitas Jenderal Soedirman

Aktivitas akademik: Peneliti aktif, penerbitan jurnal 2022–2024

Media sosial: Instagram @nandalinchialevi

 

Editor : Uways Alqadrie
#Dwinanda Linchia Levi Heningdyah Nikolas Kusumawardhani #AKBP Basuki #polda jateng #Untag Semarang #Dwinanda Linchia Levi #Dosen Dibunuh #kriminal semarang