Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dorong Transformasi, Sektor Transmigrasi Siap Beradaptasi Hadapi Tantangan Kompleks

Ari Arief • Kamis, 20 November 2025 | 12:30 WIB

Transmigration Update Forum (TUF) 2025
Transmigration Update Forum (TUF) 2025

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Sektor transmigrasi di Indonesia kini menghadapi serangkaian tantangan yang kian kompleks. Menanggapi kondisi ini, berbagai pemangku kepentingan mendorong agar program transmigrasi segera menjalani transformasi menyeluruh agar tetap relevan dan berdaya saing.

Isu ini menjadi fokus utama dalam Transmigration Update Forum (TUF) 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Transmigrasi (PKET) Kementerian Transmigrasi.

Nirwan Ahmad Helmi, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, mengidentifikasi beberapa hambatan kritis, termasuk keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di kawasan transmigrasi dan citra program yang kurang baik di mata publik.

Baca Juga: Desakan Keras dari Paser, Aliansi Minta 100% Program Transmigrasi Dialokasikan untuk Warga Lokal!

"Melihat kondisi tersebut, transformasi transmigrasi menjadi langkah vital untuk penyelenggaraan program yang lebih adaptif, berdaya saing, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," jelas Nirwan, Rabu (19/11/2025).

Ia menambahkan bahwa langkah ini adalah pijakan strategis untuk memulihkan citra dan mendorong perkembangan transmigrasi di seluruh wilayah Indonesia.

Tiga Pilar Transformasi yang Ditekankan

Untuk mewujudkan transformasi tersebut, TUF 2025 menggarisbawahi tiga area penyesuaian utama.

1. Reformasi Kebijakan (Landasan Adaptif)

Penyesuaian pertama adalah reformasi kebijakan yang menjadi fondasi program. Pesan ini sejalan dengan penegasan dari Velix Fernando Wanggai, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi.

Baca Juga: Tidak Ada Program Transmigrasi di IKN dan PPU Tahun 2025

Ia menekankan perlunya penyesuaian kebijakan transmigrasi yang adaptif terhadap implementasi di lapangan guna mencapai pengelolaan arah kebijakan yang selaras dengan transformasi yang diidamkan.

2. Kolaborasi Lintas Sektor

Langkah kedua adalah pentingnya kolaborasi lintas sektor. Kehadiran narasumber dari berbagai latar belakang di TUF 2025 menggambarkan model sinergi yang diharapkan. Muhammad Qufal Umaternate, Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Transmigrasi, menegaskan dibutuhkan dukungan dari seluruh pihak agar dampak transformasi transmigrasi dapat dirasakan secara menyeluruh."

3. Optimalisasi Potensi Lokal (Penguatan Ekonomi)

Baca Juga: Paradigma Program Transmigrasi Kini Berubah, Ini Kata Kepala Disnakertrans Paser

Transformasi tidak akan berhasil tanpa penguatan ekonomi lokal. Kunci untuk mencapai ekonomi transmigrasi yang berdaya saing global, menurut Moch Charis, Manajer Produksi Koperasi Baitul Qiradh Baburrayan, terletak pada tiga aspek inklusi, ekspor, dan inovasi.

Charis mencontohkan upaya nyata di wilayahnya, yaitu inovasi dalam meracik lendir buah kopi arabika. Produk unik ini kini berhasil menembus pasar internasional, menjadi cerminan keberhasilan pengembangan ekonomi lokal yang menjadi tujuan utama forum ini.

Komitmen Masa Depan

TUF 2025 berfungsi sebagai wadah bagi para pemangku kebijakan untuk memperkuat sinergi dan mendorong transmigrasi yang lebih progresif. Ke depannya, Kementerian Transmigrasi bersama instansi terkait berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil forum ini, menjadikan transmigrasi sebagai kekuatan utama pendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.(*) 

Editor : Thomas Priyandoko
#adaptasi #tantangan #transmigrasi