Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Murid SDN 108 Pekanbaru Meninggal Dunia, Diduga Korban Berulang Aksi Perundungan di Sekolah

Ari Arief • Selasa, 25 November 2025 | 17:07 WIB

Ilustrasi bullying di sekolah
Ilustrasi bullying di sekolah

KALTIMPOST.ID,PEKANBARU-Seorang murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 108 Pekanbaru, Provinsi Riau, berinisial MAR dilaporkan meninggal dunia, diduga setelah mengalami perundungan (bullying) oleh teman-temannya saat mengikuti kegiatan belajar kelompok di kelas. Pihak keluarga menyebut korban sempat menjalani perawatan medis sejak insiden yang disinyalir terjadi pada Kamis (13/11/2025).

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, MAR tidak hanya sekali mengalami kekerasan. Ia diduga sudah menjadi korban serangkaian perundungan di lingkungan sekolah. MAR akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu dini hari (23/11/2025).

Menanggapi kasus ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru langsung melakukan penelusuran. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, menyatakan bahwa pihaknya masih berada dalam tahap pengumpulan data dari berbagai sumber.

Baca Juga: Prabowo Soroti Bullying Usai Siswa SMPN 19 Tangsel Meninggal, Mendikdasmen Siapkan Tim Khusus

"Kami sudah menerima informasi, dan saat ini sedang kami rangkum. Hasil kesimpulan belum bisa kami sampaikan, karena masih ada beberapa keterangan tambahan yang harus kami dapatkan," jelas Masykur di Pekanbaru, Senin (24/11/2025), usai menyelesaikan pertemuan tertutup dengan beberapa pihak di SDN 108 Pekanbaru.

Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut dihadiri oleh kepala sekolah, para guru SDN 108, serta orang tua dari almarhum MAR.

Masykur menambahkan bahwa di sekolah tersebut sudah terdapat Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) yang seharusnya bertindak aktif. Menurutnya, Satgas TPPK di sekolah sudah menjalankan tugas dan fungsinya sesuai kewenangan.

Kendati demikian, Masykur mengakui belum bisa memastikan secara pasti bagaimana detail kejadian perundungan yang sampai merenggut korban jiwa ini. Ia juga menahan diri untuk berkomentar mengenai sanksi yang akan dijatuhkan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan aksi kekerasan tersebut.

"Saat ini pembahasannya belum sampai ke sana. Kami fokus mengumpulkan keterangan dari para pihak. Kami tidak ingin informasi yang beredar menjadi simpang siur. Kesimpulan akan kami sampaikan nanti," ungkapnya.

Masykur menutup dengan mengatakan bahwa pertemuan dengan orang tua, pihak sekolah, dan komite sekolah tersebut menghasilkan banyak saran dan masukan yang akan menjadi bahan evaluasi penting untuk peningkatan proses pendidikan di Kota Pekanbaru ke depannya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#pekanbaru #riau #meninggal dunia #bullying #murid sd