Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pembelajaran Jarak Jauh di Daerah Terpencil Harus Ditangani Serius, DPRD: Jangan Ada Lagi Siswa Tertinggal

ADV • Kamis, 27 November 2025 | 09:19 WIB

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud.(yhon)
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud.(yhon)
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi pendidikan, kesenjangan akses belajar di sejumlah wilayah pedalaman Kalimantan Timur masih menjadi persoalan yang mencuat ke permukaan.

Minimnya fasilitas sekolah, jaringan internet yang tidak stabil, serta kurangnya tenaga pendidik membuat banyak siswa di daerah terpencil tertinggal dalam proses pembelajaran. 

Situasi ini menjadi sorotan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud, sekaligus menjadi isu utama dalam kegiatan penguatan pendidikan daerah yang ia hadiri.

Ia menegaskan bahwa kesenjangan pendidikan merupakan masalah yang tidak bisa dibiarkan berlarut, terutama di era digital saat ini. 

“Saya melihat sendiri bagaimana anak-anak di pelosok harus berjuang hanya untuk mendapatkan sinyal. Ini bukan sekadar masalah teknis, tapi menyangkut masa depan generasi kita. 

Pemerintah harus hadir lebih konkret di wilayah-wilayah yang masih tertinggal akses pendidikannya,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Ia juga menyoroti bahwa pelaksanaan pembelajaran jarak jauh selama ini menunjukkan tantangan besar di banyak sekolah desa. Menurutnya, tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, model pembelajaran seperti ini justru memperlebar jurang kualitas pendidikan antardaerah. 

“Kalau jaringan tidak memadai, kalau perangkat tidak tersedia, bagaimana anak-anak bisa mengikuti pelajaran. Kita tidak boleh membiarkan mereka berjuang sendiri,” sambung Hamas.

Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat pemerataan infrastruktur pendidikan, baik melalui penyediaan jaringan internet, fasilitas sekolah, maupun peningkatan kualitas tenaga pendidik. Ia menilai bahwa komitmen pemerintah harus ditunjukkan tidak hanya di kota-kota besar tetapi juga di kecamatan-kecamatan pedalaman. 

“Kita sering bicara soal mutu pendidikan, tapi sering lupa bahwa mutu itu tidak akan tercapai jika fasilitas dasarnya tidak merata,” tegasnya.

Kendati demikian, ia juga meminta agar koordinasi antarlembaga ditingkatkan, khususnya antara dinas pendidikan, operator telekomunikasi, dan pemerintah kabupaten/kota. 

Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar kebijakan tidak hanya selesai di atas kertas tetapi benar-benar diterapkan di lapangan. 

“Ini tugas bersama. DPRD siap mengawasi, tapi pemerintah dan pihak-pihak terkait juga harus serius menjalankan perannya,” katanya.

Di akhir sesi, Hamas menekankan bahwa penguatan kualitas pendidikan di daerah terpencil bukan hanya soal pembangunan fasilitas, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Kalimantan Timur. 

“Anak-anak di daerah terpencil memiliki hak yang sama untuk bermimpi dan berhasil. Jangan sampai mereka tertinggal hanya karena akses pendidikan yang tidak merata. Ini yang terus kami perjuangkan,” tutupnya.(Adv/DprdKaltim)

Editor : Uways Alqadrie
#pemprov kaltim #guru di perbatasan #dprd kaltim #Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Masud