Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kasus Kekerasan Anak Ancam Kualitas Generasi Emas, DPRD Kaltim Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi

ADV • Jumat, 28 November 2025 | 09:34 WIB
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan.(yhon)
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan.(yhon)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kekerasan terhadap anak, mulai dari perundungan hingga pelecehan seksual di lembaga pendidikan, kembali jadi sorotan nasional. 

Dalam momentum menuju bonus demografi 2035–2045, berbagai peristiwa ini menimbulkan keresahan publik karena berpotensi merusak kualitas generasi muda yang tengah dipersiapkan sebagai generasi emas. 

Situasi ini diperparah oleh meningkatnya laporan kasus yang viral di media sosial, mulai dari lingkungan sekolah umum hingga lembaga keagamaan.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menyampaikan keprihatinan mendalam dan menegaskan bahwa kasus-kasus seperti itu tidak boleh dianggap remeh. 

Ia menyebut bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun akan membawa dampak jangka panjang terhadap perkembangan mental, sosial, serta prestasi anak. 

“Peristiwa ini sangat miris dan menyedihkan. Dalam rangka menyongsong generasi emas, masalah seperti ini tidak boleh terjadi karena akan menghambat kualitas SDM kita,” paparnya.

Menurut Agusriansyah, pemerintah daerah maupun pusat harus bergerak cepat sesuai kewenangannya masing-masing. Jika kasus terjadi di lembaga pendidikan di bawah Pemprov, maka tindakan tegas harus segera diambil. 

Namun jika berada di bawah naungan Kementerian Agama, kementerian harus turun langsung menangani. 

“Semua pihak harus hadir dan tidak saling lempar tanggung jawab. Kasus seperti ini harus segera dimitigasi,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa ancaman terbesar dari kasus kekerasan bukan hanya pada korban secara individu, tetapi juga pada masa depan daerah. Trauma, putus sekolah, hingga menurunnya motivasi belajar adalah rangkaian dampak yang akan memengaruhi kualitas tenaga kerja di masa depan. 

“Kalau persoalan ini tidak dikendalikan, bonus demografi hanya akan menjadi beban, bukan peluang,” tambahnya.

Dirinya meminta adanya kerja sama lintas sektor antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk memperkuat langkah pencegahan. 

Ia menilai bahwa selama ini sistem pelaporan dan perlindungan korban masih lemah sehingga tidak sedikit kasus berhenti di tengah jalan. 

“Semua stakeholder harus mengambil langkah konkret. Pengawasan dan perlindungan anak harus diperkuat,” katanya.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kualitas generasi emas tidak hanya ditentukan oleh angka partisipasi sekolah, tetapi juga oleh lingkungan pendidikan yang aman dan sehat. 

“Jika kita ingin SDM unggul di masa depan, pastikan dulu mereka tumbuh di lingkungan yang melindungi, bukan yang menyakiti,” pungkasnya. (Adv/DprdKaltim)

Editor : Uways Alqadrie
#Agusriansyah Ridwan #kekerasan anak #kekerasan seksual #kaltim #dprd kaltim