KALTIMPOST.ID, Kasus tumbler Tuku hilang yang semula dianggap sebagai persoalan sepele kini berubah menjadi rangkaian peristiwa panjang yang menyeret banyak pihak.
Bukan hanya Anita Dewi dan suaminya, Alvin Harris, yang muncul ke publik dengan wajah lesu untuk menyampaikan permintaan maaf, tetapi keluarga mereka kini ikut merasakan tekanan dari membludaknya reaksi warganet.
Dalam video klarifikasi, Alvin menegaskan bahwa kegaduhan yang terjadi tidak lepas dari tindakan mereka berdua.
“Kami ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya, khususnya kepada saudara Argi dan semua pihak yang terkena dampak dan dirugikan atas ucapan dan perbuatan kami,” ujarnya.
Anita juga menyampaikan penyesalan mendalam atas cara mereka merespons kehilangan tumbler tersebut.
“Kami sangat sadar cara kami menyikapi kejadian ini sangat tidak bijak sehingga melukai banyak perasaan orang di luar sana,” kata Anita.
Ia menutup dengan permintaan maaf melalui pernyataan, “Dari lubuk hati kami yang paling dalam, kami meminta maaf yang sebesar-besarnya.”
Ancaman Mengalir ke Rumah Orang Tua
Meski klarifikasi telah disampaikan, reaksi publik di media sosial tak serta-merta mereda. Dalam unggahan yang dibagikan Alvin, ia menunjukkan beberapa pesan bernada ancaman yang diterimanya.
Salah satunya berbunyi: “Enaknya cuma masalah tumblr jadi orang kehilangan kerjaan. Data kalian udah gw pegang. Kalo sampai gak ada tanggung jawab sama orang yg dipecat hati2 sanksi sosial menanti. Atau mau digeruduk nih rumah lo.”
Menurut Alvin, pesan seperti itu dikirimkan melalui berbagai kanal, baik itu media sosial, email, hingga LinkedIn.
Baca Juga: Bupati Kubar Apresiasi dan Tegas Dukung Pemberantasan Peredaran Narkoba
Lebih jauh, ancaman juga mulai mengarah ke keluarganya. “Pagi ini ancaman ke rumah orang tua,” ungkap Alvin.
Ia menegaskan bahwa pihaknya sedang berupaya menyelesaikan persoalan ini secara langsung dengan pihak KAI dan Argi.
“Kami sedang menjalankan proses dengan pihak KAI dan saudara Agri. Mohon untuk tidak memperkeruh keadaan,” tulisnya.
Alvin juga meminta publik berhenti menyerang akun-akun yang tidak berkaitan dengan kasus tersebut.
“Mohon untuk tidak melakukan spam terhadap akun-akun yang tidak ada hubungannya dengan kasus ini, karena kasus ini adalah kasus pribadi.”
Baca Juga: BREAKING NEWS! Kebakaran di KM 29 Poros Samarinda–Balikpapan Diduga dari Area Pabrik Samator
Pemecatan Anita dari Perusahaan
Kasus ini turut berdampak besar pada pekerjaan Anita. PT Daidan Utama, tempatnya bekerja, resmi mengumumkan pemutusan hubungan kerja melalui akun Instagram perusahaan pada Kamis (27/11/2025).
Perusahaan menilai tindakan Anita yang mempermasalahkan tumbler hingga berujung pada kerugian Argi tidak sejalan dengan kultur perusahaan.
“Tindakan yang digambarkan dilakukan oleh karyawan kami tersebut adalah tindakan yang tidak merepresentasikan nilai-nilai dan budaya kerja perusahaan kami secara keseluruhan,” tulis PT Daidan Utama.
Setelah melakukan investigasi internal, perusahaan memutuskan untuk menghentikan hubungan kerja.
“Per tanggal 27 November 2025 yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi di perusahaan kami,” lanjut pernyataan tersebut.
Perusahaan juga menyampaikan empati terhadap Argi, petugas pelayanan KRL yang terdampak kasus ini.
“Kami turut prihatin atas pemutusan hubungan kerja yang dialami oleh karyawan perusahaan angkutan publik tersebut.”
Baca Juga: Daftar Nama 22 Korban Banjir Bandang Sumatera Barat: 20 Sudah Teridentifikasi, 2 Masih Dicocokkan
Kronologi Tumbler yang Tertinggal
Kasus ini bermula ketika Anita lupa membawa cooler bag berisi tumbler saat turun dari KRL rute Tanah Abang–Rangkasbitung pada Senin (17/11/2025).
Cooler bag itu ditemukan oleh petugas keamanan dan diamankan, namun tumbler di dalamnya hilang.
Argi mengakui kelalaiannya. Situasi stasiun yang ramai membuatnya tidak memeriksa isi tas.
Dalam pesannya kepada Alvin, ia menulis:
“Ini kesalahan saya dikarenakan tidak dicek terlebih dahulu, saya akan tanggung jawab dengan mengganti barang tsb Pak.” ***
Editor : Dwi Puspitarini