Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bobby Nasution Turun ke Tapteng, Evakuasi Dikebut di Tengah 23 Korban Tewas dan 28 Hilang

Uways Alqadrie • Minggu, 30 November 2025 | 06:10 WIB

Sejumlah rumah warga di Tapanuli porak-poranda diterjang banjir bandang.
Sejumlah rumah warga di Tapanuli porak-poranda diterjang banjir bandang.
KALTIMPOST.ID, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution turun langsung ke wilayah bencana di Tapanuli Tengah, Sabtu petang 29 November 2025, untuk memastikan jalur darat yang terputus akibat banjir bandang dan longsor segera bisa dilewati. 

Ia memimpin koordinasi lintas lembaga di lokasi, meminta seluruh tim penyelamat mempercepat pembukaan akses agar pasokan bantuan tidak terhambat.

Di GOR Pandan, ribuan warga yang mengungsi telah mendapat suplai logistik dasar. Pemerintah Provinsi Sumut menambah fasilitas layanan kesehatan, koneksi listrik, hingga internet darurat. Kebutuhan khusus bagi ibu dan anak juga mulai diprioritaskan.

Namun hambatan masih besar. Empat jalur utama menuju desa-desa terdampak belum dapat dilintasi karena tertutup material longsor.

Bobby menyatakan evakuasi warga yang masih terisolir menjadi tugas pertama, disusul pengiriman logistik ke titik yang paling sulit dijangkau. “Kami ingin semua tim bergerak cepat dan terukur,” ujarnya.

Koordinasi dengan TNI, Polri, dan Basarnas terus diperkuat. Pemerintah menargetkan pembukaan akses darurat rampung secepat mungkin agar proses pemulihan dapat dimulai tanpa menunda waktu lebih lama.

Korban jiwa akibat banjir dan longsor yang melanda Tapanuli Utara kembali meningkat. Hingga Sabtu malam, aparat kepolisian menyebut sudah 23 jenazah berhasil dievakuasi, sementara 28 warga lainnya masih dinyatakan hilang. 

Informasi itu disampaikan Kepala Seksi Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu Walpon Baringbing.

Walpon menjelaskan bahwa para korban ditemukan di dua titik terdampak paling parah, yakni Adiankoting dan Parmonangan. 

Tim gabungan masih terus menyisir endapan lumpur dan material longsor yang menutup sejumlah akses warga. “Lokasinya gelap dan berbahaya, jadi pencarian kami jeda dulu,” kata Walpon.

Operasi pencarian akan dilanjutkan kembali pada Minggu pagi ketika kondisi lapangan memungkinkan. Aparat menyiapkan tambahan alat berat untuk mempercepat pembukaan jalur dan memudahkan identifikasi korban.

Editor : Uways Alqadrie
#banjir bandang aceh #Tapanuli Tengah (Tapteng) #sumatera barat #bobby nasution #banjir bandang Sumatera Barat #banjir bandang Sumatera Utara