KALTIMPOST.ID, Paus Leo XIV melakukan kunjungan resmi ke Masjid Sultan Ahmed, atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Biru, pada Sabtu (29/11/25).
Sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi Islam, Paus melepas sepatunya sebelum memasuki ruang utama masjid dan hanya mengenakan kaus kaki putih.
Selama kunjungan sekitar 20 menit, Paus didampingi oleh imam dan pejabat keagamaan setempat.
Ia diajak berkeliling sambil mengamati keindahan kubah masjid yang megah, kaligrafi Arab yang tertulis di dinding, serta mosaik biru yang menjadi ikon bangunan bersejarah ini.
Para pemandu menjelaskan sejarah masjid dan simbol-simbol keagamaannya, sehingga kunjungan menjadi kesempatan bagi Paus untuk lebih memahami tradisi Islam secara langsung.
Baca Juga: APBD Paser 2026 Disahkan Rp 3,9 Triliun, Wakil Bupati Ingatkan Optimalkan Pendapatan Daerah
Di tengah tur, Paus sempat ditawari untuk berdoa, namun ia menolak dengan sopan. Juru bicara Vatikan menekankan bahwa kunjungan ini dimaksudkan sebagai “momen refleksi dan pengamatan,” bukan untuk melakukan ibadah bersama.
Sikap ini menunjukkan upaya Paus menjaga identitas Katoliknya, sambil tetap menghormati tempat ibadah umat Muslim.
Keputusan tersebut memunculkan berbagai tanggapan. Beberapa pihak menilai sikap Paus sudah tepat karena tetap menunjukkan rasa hormat tanpa melanggar prinsip agamanya.
Namun, sebagian lain membandingkannya dengan beberapa pendahulu yang pernah menyempatkan diri untuk berdoa atau sekadar hening sejenak di tempat yang sama.
Baca Juga: Popda Kaltim Berakhir: Paser Finish di Peringkat Delapan
Setelah meninggalkan Masjid Biru, Paus melanjutkan agenda di Istanbul dengan bertemu komunitas Kristen lokal, menghadiri sesi dialog lintas agama, dan menekankan pentingnya toleransi, persatuan, dan kerja sama antarumat beragama.
Kunjungan ini sekaligus menjadi simbol diplomasi keagamaan yang berusaha menjembatani perbedaan tradisi dan keyakinan. ***
Editor : Dwi Puspitarini