KALTIMPOST.ID, Pemprov dan DPRD berpacu dengan waktu mengesahkan APBD Kaltim 2026. Anggaran tahun depan mesti disepakati dan disahkan sebelum November berakhir. Rapat maraton digelar, dari penyampaian nota keuangan 29 November hingga diketuknya palu pengesahan APBD pada 30 November malam.
Dalam penyampaian nota keuangan Rancangan APBD 2026, Sekretaris Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, memaparkan fiskal daerah yang sedang tidak baik-baik saja. Kaltim mengalami pemotongan dana transfer yang terbilang besar.
Pendapatan transfer yang semua diproyeksi Rp9,33 triliun, kini tersisa Rp3,13 triliun. Hal itu membuat postur anggaran mesti disesuaikan dengan penerimaan. Dari komponen transfer, Dana Bagi Hasil (DBH) yang mendapat tekanan terbesar dengan penurunan Rp4,43 triliun. Sehingga DBH tahun depan hanya Rp1,62 triliun.
Baca Juga: Dana TKD Dipangkas Rp6,3 Triliun, Pembahasan APBD Kaltim 2026 Terhambat
Dalam situasi ini, mengoptimalkan pendapatan asli daerah jadi satu-satunya jalan yang bisa dipilih untuk menambal celah fiskal pemangkasan transfer pusat. Meski demikian, Sri menyebut, pemerintah berkomitmen dalam menjaga kualitas pembangunan yang berjalan tahun depan.
“Kolaborasi dan sinergi pemerintah dengan DPRD jadi kunci keberlanjutan pembangunan yang lebih merata dan berkualitas,” katanya dalam paripurna, Sabtu Sore, 29 November 2025.
Dalam nota keuangan ini, APBD Kaltim tahun depan ditetapkan Rp15,15 triliun, dengan pendapatan yang diproyeksi Rp14,25 triliun. Terdiri dari pendapatan asli daerah Rp10,75 triliun, pendapatan transfer Rp3,13 triliun, dan pendapatan sah lainnya Rp362,03 miliar.
Sementara belanja daerah dirancang sesuai APBD yang ditetapkan, di angka Rp15,15 triliun. Mencakup belanja operasional Rp8,16 triliun, belanja modal Rp1,06 triliun, belanja tak terduga Rp33,93 miliar, dan belanja transfer Rp5,89 triliun.
Di luar itu, pemerintah juga mencatat ada penerimaan pembiayaan senilai Rp900 miliar untuk menopang postur APBD tahun depan.
Setelah nota keuangan disampaikan, kini badan anggaran DPRD dan tim anggaran pemerintah daerah kembali melanjutkan penajaman sebelum akhirnya anggaran benar-benar disahkan malam ini, 30 November 2025. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki