KALTIMPOST.ID, Upaya pemulihan pascabencana di Sumatra mendapat dukungan tambahan melalui penggunaan internet satelit Starlink milik Elon Musk.
Teknologi ini mulai dimanfaatkan untuk memulihkan komunikasi di daerah yang jaringannya rusak akibat bencana.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa 17 unit Starlink telah dikirimkan ke Sumatra Utara.
Perangkat tersebut disebar ke sejumlah titik yang mengalami kerusakan paling parah, di mana sinyal seluler dan listrik sempat terputus.
Paket bantuan itu juga mencakup genset dan logistik untuk mempercepat operasi tanggap darurat.
Polda Sumatra Utara turut mengoperasikan beberapa unit Starlink agar warga di lokasi terdampak dapat kembali menghubungi keluarga serta mengakses informasi penting.
Baca Juga: APBD Kaltim 2026 Rp15,15 Triliun: Ini Rinciannya di Tengah Defisit Transfer Pusat
Bagi tim penyelamat dan petugas lapangan, koneksi ini menjadi andalan untuk koordinasi evakuasi dan distribusi bantuan.
Starlink dapat bekerja cepat karena menggunakan satelit orbit rendah yang tidak bergantung pada menara BTS atau jaringan kabel—komponen yang paling rentan rusak saat banjir, gempa, atau longsor.
Perangkatnya cukup dipasang dan diarahkan ke langit, lalu langsung bisa digunakan.
Meski demikian, penggunaan internet satelit ini tetap berada di bawah koordinasi pemerintah daerah dan instansi penanggulangan bencana.
Hal ini penting agar alur bantuan tetap terpantau dan layanan komunikasi dapat disalurkan ke area yang benar-benar membutuhkan.
Baca Juga: Paus Leo XIV Hormati Budaya Turki dalam Kunjungan Bersejarah
Dengan hadirnya Starlink di wilayah terdampak bencana, proses penanganan dan pemulihan di Sumatra diharapkan dapat berlangsung lebih cepat.
Akses komunikasi yang kembali pulih juga memberi ruang bagi warga untuk mendapatkan informasi dan bantuan di saat genting. ***
Editor : Dwi Puspitarini