KALTIMPOST.ID,JAKARTA-PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) secara berkelanjutan memperkuat implementasi prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) melalui berbagai terobosan yang fokus pada inovasi ramah lingkungan.
Dalam pilar Lingkungan (Environment), fokus utama perusahaan adalah efisiensi energi, yang dicapai melalui optimalisasi proses produksi, pemanfaatan teknologi modern, serta peningkatan keandalan fasilitas.
Pupuk Kaltim juga memperluas strategi jangka panjangnya dengan inisiatif dekarbonisasi, termasuk pengembangan energi bersih seperti clean ammonia. Penggunaan amonia rendah karbon ini tidak hanya mendukung transisi energi di tingkat nasional, tetapi juga membuka akses bagi perusahaan untuk terlibat dalam rantai nilai global di sektor energi hijau.
Di pilar Sosial (Social), perusahaan berkontribusi pada masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas bagi petani dan nelayan, serta dukungan untuk sektor pendidikan dan kesehatan. Seluruh program ini dirancang berdasarkan kebutuhan dan bertujuan untuk mencapai kemandirian komunitas.
Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Teguh Ismartono, menyatakan yang dikutip Selasa (9/12/2025), "Upaya ini bertujuan untuk menciptakan dampak berkelanjutan dalam jangka panjang, sejalan dengan visi perusahaan untuk tumbuh secara harmonis bersama masyarakat," katanya.
Integrasi Risiko dan Penghargaan Platinum
Pupuk Kaltim memprioritaskan integrasi manajemen risiko berbasis ESG. Hal ini penting mengingat tantangan industri saat ini tidak terbatas pada faktor produksi atau pasar, tetapi juga mencakup risiko iklim, sosial, hingga reputasi yang krusial bagi kelangsungan bisnis.
Melalui pembaruan kebijakan risiko, digitalisasi sistem pemantauan, dan peningkatan literasi risiko internal, Pupuk Kaltim memastikan bahwa setiap keputusan strategis mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap keberlanjutan.
"Transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan adalah fondasi kepercayaan publik terhadap Pupuk Kaltim. Oleh karena itu, perusahaan terus meningkatkan kualitas penyajian data, metodologi perhitungan, serta evaluasi indikator keberlanjutan," ungkap Teguh.
Atas segala upaya ini, Pupuk Kaltim berhasil mempertahankan predikat Platinum untuk kedelapan kalinya, sebuah penghargaan tertinggi dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025 yang diselenggarakan oleh National Center for Corporate Reporting (NCCR).
Penghargaan ini mengukuhkan konsistensi Pupuk Kaltim terhadap komitmen keberlanjutan, tata kelola perusahaan yang transparan, dan orientasi masa depan. Prestasi ini juga menjadikan Pupuk Kaltim sebagai salah satu perusahaan terdepan di Asia dalam praktik ESG yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mendorong inovasi dan efisiensi.
Teguh Ismartono menjelaskan bahwa penghargaan ini merefleksikan inisiatif strategis perusahaan dalam hal tanggung jawab dan akuntabilitas operasional, khususnya dalam mendukung target nasional menuju net zero emission pada tahun 2060.
Ia menegaskan, keberlanjutan adalah bagian integral dari strategi perusahaan untuk menjamin kelangsungan jangka panjang, sekaligus merespons tuntutan global akan efisiensi, keadilan sosial, dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Baca Juga: Sarasehan IKA Pemsos Bahas Ketahanan Pangan IKN: Petani Desak Akses Pupuk Lebih Mudah
Semua upaya ini terekam dalam laporan keberlanjutan yang menunjukkan peningkatan signifikan pada pengelolaan energi, penurunan emisi, penguatan sosial, dan tata kelola perusahaan.
“Bagi kami, laporan keberlanjutan bukan hanya sebatas dokumen, tetapi cerminan komitmen kami dalam menciptakan nilai jangka panjang. Laporan ini disusun berdasarkan prinsip keterbukaan agar semua pemangku kepentingan dapat memahami tindakan Pupuk Kaltim,” kata Teguh.
Pupuk Kaltim bertekad untuk terus mengakselerasi inovasi guna memperkuat ketahanan bisnis global dan berkontribusi pada masa depan yang lebih hijau.(*)
Editor : Thomas Priyandoko