Menurutnya, inovasi dari para pelajar hanya akan bermakna jika diikuti dengan akses kerja yang jelas dan berkelanjutan.
Reza mengapresiasi ragam karya siswa seperti prototipe mobil listrik hingga program berbasis keterampilan. Ia menyebut kreativitas tersebut sebagai bukti bahwa pembinaan pendidikan di Kaltim terus mengalami perkembangan.
“Berbagai inovasi yang ditampilkan menunjukkan kemajuan yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Meski begitu, Reza mengingatkan bahwa program seperti dual track di SMA dan SMK yang menggabungkan akademik dan keterampilan praktis perlu didukung ekosistem ketenagakerjaan yang kuat. Setiap tahun jumlah lulusan meningkat, sementara lapangan kerja belum bertambah secara signifikan.
“Ini yang perlu kita pikirkan bersama. Jangan sampai kemampuan mereka berhenti di ruang kelas,” tegasnya.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk lebih agresif membuka peluang kerja melalui investasi, pengembangan infrastruktur, dan penguatan industri lokal. Dengan kebijakan yang tepat, serapan tenaga kerja dapat diperluas dan memberikan masa depan yang lebih pasti bagi generasi muda. (adv/dprd kaltim)
Editor : Uways Alqadrie