KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Rencana peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan kembali mengalami penundaan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan agenda peresmian yang semula dijadwalkan pada Rabu, 17 Desember 2025, belum dapat dilaksanakan dan diundur hingga waktu yang belum ditentukan.
Informasi tersebut disampaikan Kementerian ESDM melalui Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK).
Dalam keterangan persnya, ESDM menyebut pengunduran jadwal dilakukan tanpa merinci alasan teknis maupun kepastian waktu peresmian berikutnya.
“Peresmian RDMP Balikpapan, yang rencananya akan dilaksanakan Rabu, 17 Desember 2025, diundur pelaksanaannya sampai waktu yang belum ditentukan,” tulis Kementerian ESDM, Senin (15/12).
Kilang milik PT Pertamina (Persero) tersebut sebelumnya direncanakan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Bahkan, proyek RDMP Balikpapan sejatinya telah beberapa kali mengalami penyesuaian jadwal, setelah rencana awal peresmian bertepatan dengan Hari Pahlawan pada 10 November 2025. Hal itu diungkapkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, sebelumnya mengungkapkan bahwa peresmian RDMP Balikpapan memang masih bersifat tentatif, meski kesiapan proyek telah dikonfirmasi.
“Mungkin sudah dengar juga tanggalnya, walaupun masih tentatif. Rencananya begitu, diresmikan Presiden,” ujar Laode kepada awak media, Rabu (10/12).
Laode juga menyampaikan bahwa Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung telah meninjau langsung proyek RDMP Balikpapan dan memastikan kilang tersebut pada dasarnya telah siap beroperasi.
“Pak Wamen minggu lalu dari sana juga. Pada dasarnya sudah siap, sudah siap berproduksi,” sambungnya.
Editor : Thomas Priyandoko