Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Angka Stunting di Gunung Elai Menurun, Swadaya Warga Jadi Kunci

Adhiel kundhara • Senin, 15 Desember 2025 | 19:09 WIB

PANTAU: Kelurahan Gunung Elai rutin melakukan monitoring terhadap kegiatan posyandu untuk upaya penekanan stunting. (ADIEL KUNDHARA/KP)
PANTAU: Kelurahan Gunung Elai rutin melakukan monitoring terhadap kegiatan posyandu untuk upaya penekanan stunting. (ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID- Upaya percepatan penurunan stunting di Kelurahan Gunung Elai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data terbaru tahun 2025, angka stunting di wilayah tersebut tercatat 11,54 persen dari total 818 balita sasaran. Capaian ini menurun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 13,20 persen dari 894 balita sasaran.

Lurah Gunung Elai Sulistyo mengatakan tren penurunan ini merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor. Mulai dari kelurahan, Puskesmas, kader Posyandu, hingga keterlibatan aktif masyarakat di tingkat RT. Dari total 45 RT di Gunung Elai, seluruh Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) dilibatkan secara aktif untuk menggerakkan warga.

“Angka stunting kita sekarang 11,54 persen. Ini sudah jauh turun dibandingkan tahun lalu yang masih 13,20 persen. Artinya, upaya yang kita lakukan berjalan,” kata Sulistyo. Meski tergolong rendah dan berada di bawah rata-rata nasional, Sulistyo menegaskan pihaknya tidak ingin berpuas diri. Selama masih ada balita yang terdata stunting, intervensi akan terus dilakukan secara konsisten dan terukur.

Baca Juga: Lima Pajak Daerah di Kota Bontang Ini Telah Capai Target, Apa Saja?

Menurutnya Kelurahan Gunung Elai terus berkoordinasi dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Bontang dalam pemantauan dan penanganan balita stunting. Salah satu fokus utama adalah pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) serta monitoring tumbuh kembang anak secara rutin.

Tak hanya mengandalkan program pemerintah, kekuatan utama Gunung Elai justru terletak pada swadaya kader Posyandu. Setiap kunjungan Posyandu, kader secara mandiri menyiapkan tambahan makanan bergizi bagi balita.

“Selain PMT dari Dinkes dan Puskesmas, kader Posyandu juga swadaya. Bentuknya sederhana, seperti telur rebus, kacang hijau, atau buah-buahan. Tapi ini rutin setiap kunjungan,” ucapnya.

Baca Juga: Kapal Swasta Layani Dua Kali Keberangkatan di Pelabuhan Loktuan, Ini Tanggalnya

Ia menilai, pendekatan sederhana namun konsisten ini berdampak besar dalam menjaga asupan gizi balita. Khususnya yang masuk kategori berisiko stunting. Peran aktif kader dan dukungan RT juga menjadi faktor penting dalam memastikan orang tua rutin membawa anak ke Posyandu.

Dengan tren penurunan yang terus terjaga, Kelurahan Gunung Elai optimistis target penurunan stunting dapat terus ditekan pada tahun-tahun mendatang. “Kuncinya kolaborasi dan kepedulian. Kalau semua bergerak, stunting bukan hal yang mustahil untuk ditekan,” pungkasnya.

Diketahui jumlah posyandu di Kelurahan Gunung Elai yakni 12. Bahkan di operasi timbang serentak periode kedua beberapa waktu lalu, kelurahan ini berhasil menjadi yang pertama dengan capaian 100 persen. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#bontang #stunting