BMKG mengingatkan perubahan cuaca bisa terjadi dengan cepat, terutama pada siang hingga sore hari. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan aktivitas luar ruang dengan kondisi cuaca setempat.
Wilayah Berpotensi Berawan Tebal
BMKG mencatat awan tebal berpeluang menyelimuti sejumlah kota dari barat hingga timur Indonesia, meliputi:
Sumatra: Bandar Lampung, Jambi, Padang, Palembang, Pangkal Pinang, Pekanbaru
Jawa: Semarang, Yogyakarta
Kepulauan Riau: Tanjung Pinang
Sulawesi: Kendari
Papua & Papua Barat: Merauke, Sorong
Kondisi berawan tebal berpotensi menurunkan jarak pandang dan dapat berkembang menjadi hujan dalam durasi singkat.
Wilayah Diprakirakan Berawan
Selain awan tebal, cuaca berawan diperkirakan terjadi di:
Sumatra: Banda Aceh, Medan
Jawa: Jakarta
Kalimantan: Samarinda, Tanjung Selor
Sulawesi: Makassar, Manado, Palu
Nusa Tenggara: Kupang
Papua: Jayawijaya, Nabire
Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
Hujan dengan intensitas ringan diprakirakan turun di beberapa wilayah berikut:
Sumatra: Bengkulu
Jawa: Serang, Surabaya
Maluku: Ambon, Sofifi
Waspada Hujan Disertai Petir
BMKG secara khusus meminta warga di:
Papua Barat: Manokwari
untuk mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai petir. Masyarakat disarankan menghindari berteduh di bawah pohon dan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman.
Siklon Tropis 93S
BMKG juga mencatat penguatan siklon tropis 93S di perairan Samudra Hindia selatan Jawa.
Sistem cuaca ini diperkirakan memicu hujan berintensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan.
Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae meminta masyarakat tidak mengabaikan peringatan dini dari BMKG, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru.
Ia menilai mobilitas warga pada akhir tahun berpotensi meningkatkan risiko keselamatan di tengah ancaman cuaca ekstrem. “Kalau tidak mendesak, sebaiknya menunda perjalanan,” ujar Ridwan, Kamis, 18 Desember 2025.
Menurut Ridwan, perayaan akhir tahun tidak harus selalu dilakukan dengan bepergian. Ia menyarankan masyarakat memanfaatkan teknologi komunikasi untuk menjaga silaturahmi apabila kondisi cuaca memburuk.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Lebih baik berdiam di rumah daripada memaksakan diri di tengah cuaca berisiko,” katanya.
BMKG menjelaskan, bibit siklon 93S mulai terpantau pada 11 Desember 2025 dan terus menunjukkan penguatan. Pusat siklon saat ini berada di Samudra Hindia sebelah selatan Jawa Timur. Kondisi tersebut memengaruhi pola angin dan meningkatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah sekitarnya.
Dampak yang diprediksi antara lain hujan sedang hingga lebat di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Nusa Tenggara Timur bagian barat. Angin kencang berpeluang terjadi di pesisir selatan Jawa Barat hingga Bali.
Sementara itu, gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan muncul di perairan Samudra Hindia selatan Banten hingga Pulau Sumba.
Editor : Uways Alqadrie