Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kejati Kaltim Turun Tangan, Pajak Alat Berat dan Kendaraan Pelat Luar Wilayah Kaltim Mulai Digarap

Bayu Rolles • Jumat, 19 Desember 2025 | 20:29 WIB

Kepala Kejati Kaltim, Supardi.
Kepala Kejati Kaltim, Supardi.

KALTIMPOST.ID, Kejati Kaltim mulai mengambil peran non-litigasi mendukung pemerintah daerah. Di tengah penurunan fiskal yang melanda semua daerah, Korps Adhyaksa menjalin kerja sama strategis dengan Pemprov Kaltim untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kolaborasi itu terfokus pada potensi penerimaan pajak daerah yang belum tergarap maksimal, melalui optimalisasi pengamanan tata kelola sumber-sumber penerimaan yang sah. Kepala Kejati Kaltim, Supardi, mengatakan langkah ini jadi dukungan institusinya dalam menjaga kesinambungan pembiayaan pembangunan daerah.

“Semua daerah sekarang sedang kesulitan keuangan. Kami mencoba membantu lewat kewenangan yang ada, mendorong lahirnya penerimaan PAD baru dan memaksimalkannya melalui jalur non-litigasi,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Kejati Kaltim Warning Potensi Kebocoran PNBP di Sektor Pelabuhan

Pajak alat berat serta kendaraan-kendaraan berpelat nomor luar daerah yang beroperasi di Kaltim, jadi dua sektor penerimaan yang masuk sorotan. Kejaksaan mengukur tingkat kepatuhan wajib pajak para pelaku usaha pemilik alat berat. Selain itu, maraknya kendaraan operasional maupun pribadi berpelat luar daerah yang beraktivitas di Kaltim juga masuk dalam radar evaluasi.

Kejati bersama pemerintah daerah tengah merumuskan skema dan perlakuan khusus agar kendaraan-kendaraan tersebut dapat memberi kontribusi langsung terhadap PAD. “Salah satunya pajak alat berat, itu kita deteksi dan kita harapkan kepatuhan. Termasuk soal pelat luar Kaltim, kita carikan treatment dan solusinya,” tegas Supardi.

Baca Juga: Risiko Hukum Mengintai Kontrak Bisnis Pertamina, Kejati Kaltim Tawarkan Pendampingan

Ia memastikan langkah konkret sudah berjalan di lapangan. Meski hasilnya belum dapat disajikan dalam waktu singkat, Supardi optimistis upaya ini akan berdampak pada peningkatan PAD yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Upaya Kejati Kaltim ini diharapkan menjadi angin segar bagi pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik di Benua Etam. Sebab, PAD tetap menjadi urat nadi utama dalam menopang pembangunan daerah.

“Ini sudah kita mulai, beberapa langkah sudah dilakukan dan sekarang sedang berproses. Mudah-mudahan nanti bisa kita lihat bersama berapa besar peningkatannya dibanding PAD tahun lalu,” pungkasnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#pemprov kaltim #kejati kaltim #Pemangkasan TKD #Kajati Kaltim Supardi