Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bukan Cuma Venezuela, Trump Beri Sinyal Operasi Militer ke Negara Tetangga Ini: Kedengarannya Bagus!

Dwi Puspitarini • Senin, 5 Januari 2026 | 16:47 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada awak media di pesawat Air Force One, menyinggung kemungkinan operasi militer terhadap negara tetangga Venezuela.
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada awak media di pesawat Air Force One, menyinggung kemungkinan operasi militer terhadap negara tetangga Venezuela.

KALTIMPOST.ID, Ketegangan di kawasan Amerika Latin kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan keras yang menyasar Kolombia dan Kuba, menyusul operasi militer AS di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Komentar kontroversial itu disampaikan Trump kepada awak media saat berada di pesawat kepresidenan Air Force One, Minggu malam (4/1).

Dalam pernyataannya, Trump tidak hanya menyinggung kondisi Venezuela, tetapi juga melontarkan ancaman terselubung terhadap Kolombia dan pemimpinnya, Presiden Gustavo Petro.

"Venezuela sedang sakit parah. Kolombia juga sakit parah, dipimpin oleh orang sakit jiwa yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat," kata Trump, dikutip dari Al Jazeera.

"Dan dia (Petro) tak akan bisa melakukannya lama-lama. Percayalah," lanjut Trump.

Pernyataan tersebut langsung memicu spekulasi serius. Saat ditanya apakah maksudnya adalah kemungkinan operasi militer Amerika Serikat terhadap Kolombia, Trump menjawab singkat, "Kedengarannya bagus buat saya."

 Baca Juga: Babak Baru Venezuela, Delcy Rodriguez Ambil Alih Takhta di Tengah Penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh AS

Tak berhenti di situ, Trump juga menyinggung kondisi Kuba. Ia menilai negara tersebut berada di ambang kejatuhan dan menyebut intervensi militer tidak lagi diperlukan.

"Kuba siap jatuh. Kuba tampak siap jatuh. Saya tidak tahu bagaimana mereka, jika mereka bisa mempertahankan, tetapi Kuba sekarang tak punya pendapatan," ujar Trump.

Trump bahkan mengklaim bahwa seluruh pemasukan Kuba bergantung pada Venezuela, terutama dari sektor minyak.

"Semua pendapatan Kuba berasal dari Venezuela dan dari minyak Venezuela, sementara minyak di negara ini akan dikuasai AS," jelasnya.

Komentar Trump muncul sehari setelah pasukan Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Keduanya disebut langsung diterbangkan ke Amerika Serikat. Langkah ini menuai kecaman luas dari komunitas internasional dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan.

Presiden Kolombia Gustavo Petro termasuk yang paling vokal mengecam tindakan tersebut. Melalui akun X (sebelumnya Twitter), Petro menyerukan respons global.

"Kolombia sejak kemarin menjadi anggota DK PBB. Harus ada pertemuan segera untuk menanggapi agresi terhadap Venezuela," tulis Petro di X.

Selama ini, Petro dikenal sebagai salah satu pemimpin Amerika Latin yang konsisten mengkritik kebijakan Trump, mulai dari dukungan AS terhadap Israel hingga kebijakan imigrasi yang keras.

Kini, pernyataan Trump terbaru dinilai banyak pihak berpotensi memperlebar jurang ketegangan diplomatik antara Washington dan negara-negara Amerika Latin. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Nicolas Maduro ditangkap #Presiden Kolombia Gustavo Petro #Operasi militer AS #kolombia #amerika latin #donald trump #venezuela