Hingga Senin malam (5/1/2026), total korban meninggal dunia tercatat mengakibatkan 12 orang meninggal dunia, sementara enam warga lainnya masih dinyatakan hilang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa dari jumlah tersebut, enam jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara lima korban lainnya masih dalam proses pendataan oleh tim di lapangan.
Selain korban meninggal, lima warga masih dilaporkan hilang dan belum ditemukan hingga malam hari. Proses pencarian terpaksa dihentikan sementara akibat cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang berpotensi memicu banjir dan longsor susulan. Operasi SAR direncanakan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya jika kondisi memungkinkan.
Dampak bencana juga menyebabkan 143 kepala keluarga atau 444 jiwa terpaksa mengungsi. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro telah membuka pos pengungsian sementara di Gedung GMIST Bethbara serta menyalurkan kebutuhan dasar seperti perlengkapan tidur, kebutuhan anak-anak, dan makanan siap saji.
BPBD setempat turut memberikan fasilitasi pemakaman bagi para korban meninggal dunia, sembari berkoordinasi dengan BNPB dan instansi terkait untuk percepatan penanganan darurat di wilayah terdampak.
Daftar korban meninggal dunia:
1. Alfian Anise – Desa Batusenggo
2. Priscila Saol – Desa Batusenggo
3. Aleksius Olongsongke – Desa Peling
4. Silvia Pamondorang – Desa Peling
5. Rafles Kobis – Desa Laghaeng
6. Hermina Maningide – Desa Laghaeng
7. Florensi Bawote – Kelurahan Bahu
8. Juanita Bangsa – Kelurahan Bahu
9. Santi Diamanis – Kelurahan Bahu
10. Swinggli Dalending – Kelurahan Bahu
11. Angkol Tamalongehe – Kelurahan Bahu
12. Hermina Maningide – Kelurahan Bahu
Editor : Uways Alqadrie