Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Hilirisasi Danantara Rp 100 Triliun Dimulai, Kaltim Jadi Pusat Industri DME dan Oleofood Strategis

Ari Arief • Selasa, 6 Januari 2026 | 09:56 WIB

PROYEK: Presiden Prabowo menerima Kepala Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani
PROYEK: Presiden Prabowo menerima Kepala Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, di Hambalang, Bogor, Minggu (4/1/2026).

Pertemuan strategis ini difokuskan pada persiapan peletakan batu pertama (groundbreaking) lima proyek hilirisasi besar yang dijadwalkan meluncur bulan depan.

Berdasarkan informasi dari Sekretariat Kabinet, rangkaian proyek ini tersebar di sejumlah wilayah dengan proyeksi nilai investasi mencapai US$ 6 miliar atau setara Rp 100 triliun.

Selain hilirisasi komoditas, pemerintah juga tengah serius menggarap proyek Waste to Energy (pengolahan sampah menjadi sumber energi) guna menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus solusi masalah lingkungan.

Baca Juga: Tanpa Tunjangan, Tanpa Jaminan? Ungkap Fakta Hak PPPK Paruh Waktu Sesuai Regulasi

Sebelumnya, Rosan Roeslani telah mengonfirmasi bahwa dari total 18 rencana proyek hilirisasi di bawah naungan Danantara, sekitar 5 hingga 6 proyek akan mulai dikonstruksi secara bertahap sejak Januari 2026.

Tiga proyek utama yang menjadi prioritas meliputi Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR), Pabrik Bioavtur di Cilacap, Pabrik Bioetanol di Banyuwangi.

Rincian 18 Agenda Strategis Hilirisasi Danantara

Pemerintah telah memetakan 18 sektor industri pengolahan mulai dari mineral, kimia, hingga perkebunan dengan potensi penyerapan tenaga kerja yang massif.

Ke-18 sektor industri dimaksud adalah smelter aluminium (Mempawah, Kalbar) dengan anggaran Rp 60 triliun dengan estimasi tenaga kerja 14.700 orang.

Baca Juga: Penumpang Pesawat Kaltim Turun 3,87 Persen, Sepinggan Balikpapan Tetap Mendominasi

DME Batu Bara (Kaltim, Sumsel, dan lain-lain) Rp 164 triliun, 34.800 orang. Industri Aspal (Buton, Sulawesi Tenggara) Rp 1,49 triliun, 3.450 orang.

Mangan Sulfat (Kupang, NTT) Rp 3,05 triliun, 5.224 orang. Stainless Steel Slab (Morowali, Sulteng) Rp 38,4 triliun, 12.000 orang.

Katoda Tembaga (Gresik, Jawa Timur) Rp 19,2 triliun, 9.700 orang. Besi Baja (Sarmi, Papua) Rp 19 Triliun, 18.000 orang.

Baca Juga: Insiden Berulang di Sungai Mahakam, DPRD Kaltim Soroti Lemahnya Penegakan Aturan Pelayaran

Chemical Grade Alumina (Kalbar) Rp 17,3 triliun, 7.100 orang. Oleoresin Pala (Fakfak, Papua Barat) Rp 1,8 triliun, 1.850 orang.

Oleofood Kelapa Sawit (Maloy, Kaltim) Rp 3 triliun, 4.800 orang. Turunan Kelapa (Riau) Rp 2,3 triliun, 22.100 orang.

Chlor Alkali (Garam) (multilokasi) Rp 16 triliun, 33.000 orang. Fillet Ikan Tilapia (Jawa dan Banten) Rp 1 triliun, 27.600 orang.

Rumput Laut (Kupang, NTT) Rp 212 miliar, 1.700 orang. Kilang Minyak (Oil Refinery) Rp 160 triliun, 44.000 orang.

Baca Juga: Profil Gustavo Petro, Presiden Kolombia yang Membela Palestina dan Kini Masuk Radar Trump

Tangki Penyimpanan Minyak, Rp 72 triliun, 6.960 orang. Modul Surya Terintegrasi (Batang, Jateng) Rp 24 triliun, 19.500 orang. Bioavtur (Cikarang, Karawang, Marunda) Rp 16 triliun, 10.152 orang.

Implementasi seluruh proyek ini diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga memperkuat kemandirian industri dalam negeri di berbagai sektor vital.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#Oleofood #kalbar #Danantara #strategis #kaltim