KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Menjelang musim haji 1447 Hijriah, Pemerintah Arab Saudi melalui otoritas terkait tengah mematangkan berbagai terobosan infrastruktur di kawasan suci. Melansir laporan dari Alyaum.com, langkah ini difokuskan untuk memitigasi dampak cuaca panas yang menyengat serta menjamin keselamatan jemaah di titik-titik dengan kepadatan tinggi.
Perusahaan Kadana, yang menjadi pelaksana di bawah Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Masya’iril Haram, memimpin sejumlah proyek strategis optimalisasi sistem pendingin di area Jamarat.
Otoritas setempat melakukan modernisasi besar-besaran dengan mengganti tiang kabut air model lama menjadi kipas kabut (mist fans) berteknologi tinggi.
Sekitar 190 unit tiang kipas baru akan dipasang untuk melayani arus pergerakan jamaah yang mencapai 180.000 orang per jam.
Inovasi ini ditargetkan mampu mereduksi suhu udara hingga 8 derajat Celsius, sehingga beban panas yang dirasakan jamaah saat melakukan prosesi melontar jumrah dapat berkurang drastis.
Baca Juga: KPK Bidik Tersangka Korupsi Kuota Haji, Nasib Yaqut Cholil Qoumas dan Bos Maktour Kini di Tangan BPK
Di kawasan Jabal Rahmah, tahap kedua proyek pengurangan stres panas (heat stress) terus dikebut. Untuk melindungi jamaah dari paparan langsung sinar matahari, Kadana akan memasang 20 unit payung raksasa yang mencakup area seluas 14.000 meter persegi.
Fasilitas ini tidak hanya sekadar peneduh, tetapi juga diintegrasikan dengan sistem pendingin udara mutakhir guna memastikan kenyamanan jemaah di lokasi tersebut.
Selain kenyamanan termal, faktor keamanan fisik menjadi prioritas utama. Kadana tengah melakukan studi geoteknik mendalam yang mencakup wilayah seluas 119,6 kilometer persegi di Mina, Muzdalifah, dan Arafah.
Baca Juga: Yaqut Cholil Qoumas Dicecar KPK Terkait Diskresi dan Jual Beli Kuota Haji Rp 1 Triliun
Poin-poin penting dalam mitigasi risiko ini meliputi pemantauan luas mencakup 81 zona geoteknik dan 506 stasiun pemantau khusus. Tujuan utamanya mendeteksi potensi pergeseran batu atau longsoran di lereng-lereng perbukitan sekitar kawasan suci.
Di samping itu, menyusun langkah-langkah perlindungan teknis untuk menjaga keselamatan jemaah serta petugas dari risiko bencana geologis.
Rangkaian pengembangan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Kerajaan Arab Saudi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah.
Dengan peningkatan efisiensi operasional dan standar keselamatan yang lebih tinggi, diharapkan pengalaman ibadah jemaah di masa depan akan semakin aman, lancar, dan nyaman di tengah tantangan iklim global.(*)
Editor : Hernawati