Pemantauan dilakukan setiap jam, sekaligus melalui koordinasi dengan Kedutaan Besar Tiongkok.
Kronologi kejadian bermula pada Minggu, 11 Januari 2026, ketika kapal IB FISH 7 dibajak oleh kelompok bajak laut. Dari 12 awak kapal, sembilan orang berhasil diculik.
Sementara tiga lainnya selamat, termasuk dua WNI yang bertahan di atas kapal hingga diantar otoritas setempat ke Libreville, ibu kota Gabon. Dua WNI lainnya hingga kini nasibnya belum diketahui.
Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu Heni Hamidah menyatakan, telah meminta laporan kondisi kesehatan para WNI yang selamat.
KBRI Yaounde juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan hak-hak ketenagakerjaan awak kapal terpenuhi.
“Seluruh proses pemantauan dan penanganan kasus ini terus dilakukan oleh Kemlu dan KBRI Yaounde,” kata Heni. Menlu Sugiono menambahkan, langkah koordinasi dilakukan agar informasi terbaru bisa diperoleh segera dan langkah diplomasi dapat ditempuh sesuai situasi.
Kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia, mengingat kerentanan WNI yang bekerja di kapal penangkap ikan di wilayah rawan pembajakan. Pemantauan intensif dan koordinasi lintas negara diharapkan dapat memastikan keselamatan para WNI secepatnya.
Sebelumnya media lokal Gabon 24 melaporkan sembilan awak kapal termasuk WNI diculik bajak laut di perairan Gabo.
Kapal itu diserang bajak laut saat menangkap ikan sekitar 7 mil di laut tenggara perairan Equata Gabon. Dalam pernyataan resmi, Kementerian Pertahanan melaporkan pelaku terdiri dari tiga orang bersenjata.
Pelaku pembajakan telah menculik 9 awak kapal dari total 12 awak, 4 di antaranya adalah WNI.
Editor : Uways Alqadrie