Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Banjir Besar Masih Menggenangi Tabang dan Kembang Janggut, Sudah Lima Hari, Begini Kondisi Warganya

Denny Saputra • Rabu, 14 Januari 2026 | 17:39 WIB
TERBATAS: Salah satu titik genangan banjir di Kecamatan Tabang, Kukar rata-rata ketinggian mencapai 60-150 cm, Rabu (14/1).
TERBATAS: Salah satu titik genangan banjir di Kecamatan Tabang, Kukar rata-rata ketinggian mencapai 60-150 cm, Rabu (14/1).

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Banjir besar masih menggenangi Kecamatan Tabang dan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, hingga Selasa (14/1) pagi.

Memasuki hari kelima, genangan air memang mulai surut di sejumlah titik, namun ketinggian banjir di wilayah tertentu masih mencapai 1,5 meter. Kondisi ini berdampak pada akses jalan, aktivitas warga, serta distribusi logistik.

Koordinator Pusdalops BPBD Kaltim Cahyo Kristanto mengatakan, tim BPBD Kaltim telah diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi dan penanganan darurat.

Sementara BPBD Kutai Kartanegara juga melakukan penanganan bersama TNI-Polri serta perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah terdampak.

“Warga yang rumahnya terendam saat ini masih mengungsi ke rumah warga lain yang tidak terdampak, dan bantuan logistik sudah disalurkan,” ujarnya, ketika dikonfirmasi, Rabu (14/1).

Pantauan banjir pada 10-13 Januari 2026 menunjukkan kondisi genangan masih cukup tinggi. Di Desa Sidomulyo, Kecamatan Tabang, ketinggian air rata-rata mencapai 60 cm, sementara di beberapa titik rendah masih berkisar hingga 1,5 meter.

Sebanyak 18 desa di Kecamatan Tabang terdampak, meski sebagian sudah mulai berangsur surut dan warga perlahan kembali beraktivitas dengan berbagai penyesuaian.

Sementara itu, wilayah hilir Sungai Belayan di Kecamatan Kembang Janggut mulai terendam sejak 13 Januari 2026 dini hari.

Enam desa terdampak dengan tinggi muka air antara 60 hingga 150 sentimeter, yakni Desa Long Beleh Modang, Long Beleh Haloq, Pulau Pinang, Perdana, Bukit Layang, dan Muai. Unsur Forkopimcam di kedua kecamatan saat ini masih bersiaga penuh.

Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan kebencanaan, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan akses logistik dan dampak lanjutan jika curah hujan terus meningkat. Status kebencanaan di wilayah tersebut saat ini masih ditetapkan waspada.

“Banjir ini merupakan kejadian tahunan, sehingga masyarakat relatif siap beradaptasi. Pemerintah kecamatan sudah menetapkan titik evakuasi di kantor kecamatan dan lokasi aman lainnya, namun kami tetap mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan karena potensi banjir masih ada,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#banjir besar #ketinggian banjir #kondisi warga #kutai kartanegara #Tabang #genangan air #Kembang Janggut