Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ekosistem Olahraga Jadi Ladang Usaha Baru, Ini Peluang Usaha yang Bisa Dicoba

Ulil Mu'Awanah • Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:45 WIB
BUKA LAPANGAN KERJA: Tak hanya melayani masyarakat dengan menghadirkan fasilitas olahraga mumpuni, Muhammad Ryan Chong juga memberi kesempatan warga sekitar mendapatkan pekerjaan.
BUKA LAPANGAN KERJA: Tak hanya melayani masyarakat dengan menghadirkan fasilitas olahraga mumpuni, Muhammad Ryan Chong juga memberi kesempatan warga sekitar mendapatkan pekerjaan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga tidak hanya berdampak pada bertambahnya jumlah lapangan, tetapi juga mendorong lahirnya peluang usaha pendukung.

Olahraga kini tidak lagi sekadar aktivitas fisik, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus sumber peluang ekonomi baru.

Muhammad Ryan Chong, pemilik Borneo Anfield Stadium dan penggagas Pickleball House menuturkan, nilai ekonomi terbesar dari tren olahraga justru terletak pada layanan pendukung yang berkembang di sekitarnya.

“Selain lapangan, peluang usaha sangat terbuka di banyak sektor. Salah satunya jasa fotografi dan videografi, karena olahraga tren sekarang sudah menjadi bagian dari lifestyle dan konten media sosial,” ungkap Ryan.

Aktivitas olahraga yang intens, menurutnya, mendorong kebutuhan dokumentasi, terutama di kalangan anak muda dan komunitas yang aktif di platform digital. Kondisi ini menciptakan ceruk pasar baru bagi pelaku industri kreatif lokal.

Tak hanya itu, meningkatnya jumlah pemain olahraga raket juga berdampak langsung pada pertumbuhan penjualan peralatan olahraga. Permintaan raket, sepatu, bola, hingga aksesoris penunjang terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pemain baru.

“Penjualan peralatan olahraga sudah pasti menjadi peluang yang menjanjikan. Semakin banyak yang bermain, demand terhadap produk juga ikut naik,” katanya.

Ryan juga melihat potensi besar pada sektor jasa pelatihan atau coaching. Ketika fase coba-coba terlewati, banyak pemain mulai ingin meningkatkan kemampuan mereka secara lebih serius.

“Permintaan jasa coaching akan terus meningkat karena banyak yang ingin menaikkan skill. Ini penting untuk membangun ekosistem olahraga yang lengkap dan berkelanjutan,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa tren yang tinggi juga membawa tantangan, terutama dari sisi persaingan. Ketika sebuah olahraga sedang naik daun, pelaku usaha baru akan bermunculan dalam waktu singkat.

“Tantangan utamanya adalah persaingan. Pelaku usaha tidak bisa hanya membangun sarana, tapi juga harus membangun komunitas yang aktif agar antusiasme tidak bersifat musiman,” tegas Ryan.

Selain persaingan, faktor ekonomi dan segmentasi pasar juga menjadi perhatian. Beberapa olahraga tren, seperti padel, masih tergolong premium sehingga memerlukan perhitungan matang dalam menentukan konsep dan harga.

“Pelaku usaha harus hati-hati menentukan konsep, harga, dan segmentasi pasar. Kalau salah, bisnis bisa sulit bertahan dalam jangka panjang,” tegasnya.

Dalam waktu dekat, Ryan juga akan melakukan grand opening Pickleball House, fasilitas khusus pickleball yang berlokasi di Jalan AMD L III Gang Dahlia RT 35, Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, 76114. Informasi pemesanan lapangan, jadwal, serta detail harga dapat diakses melalui situs resmi https://pickleballhouse.id/.

Langkah ekspansi ini mencerminkan keyakinan bahwa olahraga, jika dikelola dengan pendekatan ekosistem, dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan bagi Balikpapan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Ekosistem Olahraga #peluang usaha #Bisnis olahraga #tren olahraga #videografi #gaya hidup #olahraga #fotografi #borneo anfield stadium #Pickleball