Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan total ada 23 personel Marinir yang terdampak longsor. Informasi awal mengenai kejadian ini sebelumnya beredar luas di media sosial.
“Empat personel telah ditemukan dalam kondisi meninggal. Sisanya masih belum ditemukan dan proses pencarian terus berlangsung,” kata Muhammad Ali usai menghadiri rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurut dia, proses evakuasi menghadapi kendala medan dan cuaca. Akses menuju lokasi kejadian sempit dan belum memungkinkan dimasuki alat berat. Karena itu, tim gabungan mengandalkan peralatan pencarian alternatif.
“Pencarian dilakukan dengan bantuan drone, kamera termal, serta anjing pelacak,” ujarnya.
Hingga kini, aparat TNI bersama tim SAR masih berupaya menelusuri area longsor untuk menemukan korban yang diduga tertimbun material tanah. Pemerintah belum menyampaikan keterangan lebih lanjut mengenai aktivitas para personel Marinir saat bencana terjadi.
Editor : Uways Alqadrie