KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pembukaan lahan masif di sepanjang jalur Tol Balikpapan-IKN memicu persoalan banjir bagi warga sekitar. Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan sebut akan berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN).
Terutama soal kebutuhan drainase di sepanjang jalan tol. Hal ini sudah menjadi perhatian warga Balikpapan Utara. Antisipasi bahaya banjir, masyarakat berharap ada solusi seperti pembangunan drainase.
Sebab adanya pembukaan lahan dan peningkatan penduduk paling besar di wilayah tersebut. Hingga kini tak sedikit masyarakat yang harus mengalami musibah banjir karena tak ada saluran air tersebut.
Keberadaan drainase penting untuk menampung aliran air. Efek dari pembangunan jalan tol dan perubahan bentang alam. Terutama ketika Kawasan Industri Kariangau benar-benar optimal.
Kabid SDA dan Drainase Dinas PU Balikpapan Jen Supriyanto menyebutkan, khusus pembangunan drainase di wilayah sekitar tol merupakan kewenangan BBPJN.
Namun pihaknya juga tentu tidak lepas tangan. Bagaimana pun masyarakat yang terdampak merupakan warga Balikpapan. Sebelumnya Dinas PU telah melakukan pengecekan langsung di lapangan.
“Ada beberapa titik sudah kami tangani melalui normalisasi. Contoh di Jalan Tepo,” sebutnya. Sebagian besar rumah warga yang terdampak banjir berada di Kilometer 10 dan Kilometer 11 Kelurahan Karang Joang.
Lebih lanjut, Dinas PU tahun ini juga akan mengerjakan drainase di kawasan tersebut. “Karena area tersebut berdampak langsung dengan pembangunan tol Balikpapan - IKN,” ujarnya.
Artinya terkait banjir di kawasan jalan tol Balikpapan - IKN, Dinas PU tetap ikut melakukan penanganan. “Jika banjir merupakan dampak dari pekerjaan tol, maka kami akan berkoordinasi dengan BBPJN,” tegasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo