Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai Soroti Tantangan Ekonomi, Tambang Masih Dominan dan Tertekan Pelemahan Global

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 29 Januari 2026 | 14:30 WIB
PELEMAHAN: Komoditas batu bara yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor Kaltim mulai tunjukkan tren penurunan imbas dinamika dan permintaan global.
PELEMAHAN: Komoditas batu bara yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor Kaltim mulai tunjukkan tren penurunan imbas dinamika dan permintaan global.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur menegaskan pentingnya peran data dalam menjaga arah kebijakan pembangunan daerah, terutama di tengah dinamika dan tantangan ekonomi global yang turut memengaruhi kinerja sektor-sektor unggulan di Bumi Etam.

Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai menekankan, akurasi data menjadi fondasi utama agar kebijakan pemerintah daerah tetap berada pada jalur yang tepat.

Menurut Mas’ud, BPS memiliki tanggung jawab besar dalam menyajikan gambaran ekonomi yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Data statistik tidak hanya berfungsi sebagai angka, tetapi menjadi rujukan utama bagi pemerintah daerah dalam merumuskan dan mengevaluasi kebijakan pembangunan.

“Sehingga kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah bisa terus terjaga keakuratannya,” ujarnya.

Dalam konteks struktur ekonomi Kaltim, Mas’ud mengakui sektor pertambangan masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Potensi sumber daya alam yang besar membuat Kaltim menjadi salah satu kontributor ekonomi terbesar di wilayah Kalimantan, terutama dari komoditas batubara dan hasil tambang lainnya.

Namun demikian, dia menilai dominasi sektor pertambangan masih menyisakan tantangan mendasar. Menurut Mas’ud, aktivitas pertambangan di Kaltim masih didominasi oleh produk mentah yang belum melalui proses pengolahan lanjutan.

“Namun sektor ini kan masih material ya. Dia masih raw material. Memang perlu ada proses hilirisasi ya mungkin pengembangan-pengembangan yang baru,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat ekonomi daerah cukup rentan terhadap dinamika eksternal, khususnya perubahan permintaan global. Mas’ud menyebut, tekanan ekonomi dunia mulai berdampak pada sektor pertambangan, terutama komoditas batubara yang selama ini menjadi tulang punggung ekspor.

Dia mengungkapkan adanya sinyal pelemahan permintaan dari pasar internasional. Tekanan tersebut tercermin dari kinerja ekspor yang menunjukkan tren penurunan. Meski menghadapi tantangan tersebut, Mas’ud menegaskan bahwa data ekonomi Kaltim pada 2025 masih dalam tahap penghitungan. Proses itu menjadi krusial untuk memastikan bahwa setiap indikator ekonomi yang dirilis benar-benar mencerminkan kondisi aktual di lapangan.

Menurut Mas’ud, situasi itu justru dapat menjadi momentum penting bagi Kaltimuntuk mendorong transformasi ekonomi yang lebih berkelanjutan. Penguatan hilirisasi dan pengembangan sektor-sektor baru di luar pertambangan dinilai perlu dipacu, dengan tetap menjadikan data statistik sebagai pijakan utama dalam setiap pengambilan kebijakan pembangunan daerah. (*)

Editor : Duito Susanto
#pertumbuhan ekonomi #BPS KALTIM #Ekonomi Kaltim #hilirisasi #transformasi ekonomi #kaltim post #Masud Rifai