KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Rencana Pemprov Kaltim membangun kawasan waterfront dan riverside road di Samarinda semakin kuat. Dokumen detail engineering design (DED) telah rampung, meski kondisi fiskal daerah masih menjadi pertimbangan.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kaltim, paket pekerjaan dengan kode lelang 10039844000 bertajuk DED Pembangunan Waterfront and Riverside Road (Selili–Jembatan Mahkota II) telah menyelesaikan proses tender.
Proyek perencanaan ini memiliki pagu anggaran sebesar Rp2.551.351.705,50. Tender DED tersebut tercatat dilaksanakan pada rentang Agustus hingga Oktober 2025, berada di bawah Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim.
EatweBaca Juga: Targetkan PAD Rp 7 Triliun, Ini Skema Proyek Waterfront Samarinda dan Riverside Balikpapan yang Dirancang Gubernur Rudy Mas'ud
Kepala DPUPR-Pera Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, membenarkan bahwa pemerintah daerah telah menyelesaikan seluruh tahapan perencanaan awal, seperti feasibility study (FS) hingga DED untuk di Samarinda.
"Kalau di Balikpapan, itu baru FS. Untuk Samarinda sudah FS dan DED-nya," ujarnya, Sabtu (31/1). Namun, Aji menggarisbawahi, realisasi pembangunan masih bergantung terhadap kemampuan fiskal daerah. Pemangkasan dana trasnfer pusat ke daerah membuat Pemprov bersikap realistis dalam menentukan skala prioritas pembangunan.
"Secara konsep sudah oke. Tinggal nanti kita tunggu pendanaan, kemampuan fiskal kita cukup atau tidak. Karena tahun ini prioritas pak Gubernur banyak. Dengan adanya pemotongan anggaran, pasti mendahulukan yang paling prioritas," imbuhnya.
Baca Juga: Wali Kota Andi Harun Tinjau Proyek Teras Samarinda dan Pasar Pagi, Ini Temuannya...
Sebagai gambaran, lanjut dia, kawasan waterfront Samarinda dirancang membentang dari kawasan Selili hingga Jembatan Mahkota II. Di sepanjang jalur tersebut akan dibangun jalan yang dapat dilalui kendaraan roda empat, lengkap dengan jalur pedestrian di sisi sungai.
“Nanti kita buat pedestrian, bisa untuk jogging, orang selfie-selfie. Kendaraan roda empat juga bisa lewat,” jelas Fitra.
Nah, nantinya di titik tengah antara Selili dan Jembatan Mahkota II, juga dibangun pusat keramaian baru. Kawasan ini akan dilengkapi berbagai fasilitas publik, seperti amphitheater dan ruang terbuka yang dirancang untuk aktivitas sosial dan rekreasi masyarakat.
Disinggung kebutuhan anggaran pembangunannya, Aji memperkirkan nilainya mencapai sekitar Rp 1,7 triliun, berdasarkan perhitungan awal yang telah dilakukan.
Dari sisi teknid dan sosial, Pemprov Kaltim menilai proyek ini relatif aman karena tidak memerlukan relokasi warga.
“Kita tidak ada relokasi. Karena pembangunannya di sisi sungai dan tidak mengganggu warga. Justru mereka (warga) akan diuntungkan, karena ada keramaian baru dan akses jalan besar,” katanya.
Terkait skema pembiayaan, pihaknya membuka peluang keterlibatan pemerintah pusat melalui bantuan keuangan, di luar skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim.
“Mungkin saja, kalau pusat tertarik untuk membangun bersama. Apalagi ini juga jadi jalur pintas dari kawasan pelabuhan ke Mahkota,” tandasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki