Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Guncang Dunia! File Epstein Resmi Dirilis, Nama Donald Trump hingga Pangeran Inggris Terseret dalam Pusaran Skandal

Ari Arief • Rabu, 4 Februari 2026 | 11:09 WIB

Foto tokoh global yang disebut-sebut masuk dalam dokumen Epstein Files.
Foto tokoh global yang disebut-sebut masuk dalam dokumen Epstein Files.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Departemen Kehakiman Amerika Serikat (US DOJ) baru saja merilis jutaan dokumen yang selama ini menjadi misteri, yang dikenal sebagai Epstein Files. Perilisan ini dilakukan sebagai bagian dari pemenuhan Undang-Undang Transparansi, membuka tabir hubungan gelap mendiang miliarder penjahat seks, Jeffrey Epstein, dengan deretan tokoh paling berpengaruh di dunia.

Laporan ini tidak hanya memuat nama, tetapi juga bukti foto, log penerbangan, hingga korespondensi e-mail yang menunjukkan betapa luasnya jaringan sosial sang predator.

Donald Trump, Nama Paling Banyak Disebut

Nama Presiden AS, Donald Trump, muncul hingga ratusan kali dalam dokumen terbaru ini. Sebagian besar referensi tersebut berkaitan dengan undangan acara sosial dan log penerbangan domestik. Meskipun Trump mengakui pernah berteman dengan Epstein di masa muda, ia menegaskan hubungan mereka telah memburuk bertahun-tahun sebelum skandal ini mencuat.

Baca Juga: Kodam IV/Diponegoro Buka Suara, Tiga Pria di Video Anies Baswedan Bukan Intel!

Pihak Departemen Kehakiman juga menyatakan bahwa sebagian klaim dalam dokumen tersebut dianggap "sensasional dan tidak berdasar" karena berasal dari informasi yang tidak terverifikasi oleh FBI menjelang pemilu 2020. Hingga kini, tidak ada dakwaan pidana yang diarahkan kepada Trump terkait kasus ini.

Pangeran Andrew dan Desakan Bersaksi

Adik Raja Inggris, Andrew Mountbatten-Windsor (Pangeran Andrew), kembali menjadi pusat perhatian. Dokumen ini mengungkap bukti video dan foto tahun 2010 yang memperlihatkan sang pangeran berada di rumah Epstein di Manhattan, sebuah fakta yang meruntuhkan klaim sebelumnya bahwa ia sudah memutus hubungan sejak 2006.

Baca Juga: Istana Wapres Senilai Rp 1,4 Triliun di IKN Rampung, Intip Mewahnya Interior Bertema Budaya Dayak

Saat ini, tekanan publik di AS semakin kuat agar Andrew memberikan kesaksian resmi di hadapan Kongres.

Bill Clinton hingga Miliarder Teknologi

Selain politisi, dokumen ini menyisir nama-nama besar lainnya, seperti Bill Clinton. Mantan Presiden AS ini muncul ribuan kali dalam catatan log perjalanan dan daftar kontak. Meski sering bertemu dalam acara sosial, perwakilannya tetap membantah keterlibatan Clinton dalam aksi ilegal Epstein.

Elon Musk, pendiri Tesla ini disebut dalam e-mail tahun 2012-2013 mengenai ajakan kunjungan ke pulau pribadi Epstein. Namun, Musk secara tegas melalui media sosial X menyatakan bahwa ia selalu menolak ajakan tersebut dan mendorong agar para pelaku kejahatan seksual ini segera diadili.

Baca Juga: Benarkah Nia Ramadhani Minta Cerai? Isu Orang Ketiga Viral, Ini Kata Asistennya!

Bill Gates, muncul dalam korespondensi terkait proposal pendanaan dan pertemuan makan malam yang dilakukan setelah Epstein keluar dari penjara.

Tokoh Lain yang Mengejutkan

Dokumen tersebut juga menyinggung sejumlah tokoh global lainnya dalam berbagai konteks, mulai dari korespondensi diplomatik hingga urusan bisnis. Mette-Marit (Putri Mahkota Norwegia), namanya disebut hampir 1.000 kali. Ia telah menyatakan permintaan maaf publik dan penyesalan mendalam atas kontak yang pernah terjadi.

Miroslav Lajčák, mantan penasihat keamanan Slovakia ini dikabarkan mengundurkan diri guna menjaga stabilitas politik setelah namanya muncul dalam arsip komunikasi.

Anwar Ibrahim, perdana menteri Malaysia ini memberikan klarifikasi bahwa namanya dicatut oleh pihak asing dalam rangkaian e-mail tahun 2012, namun ia menegaskan tidak pernah bertemu secara pribadi dengan Epstein.

Baca Juga: Viral Video Anak Tertimpa Besi Pembatas Masjid Saat Salat Berjamaah, Begini Kondisi Terakhirnya

Catatan Penting

Para pakar hukum mengingatkan masyarakat agar bijak dalam membaca data ini. Munculnya nama seseorang dalam Epstein Files tidak secara otomatis berarti orang tersebut terlibat dalam kejahatan seksual. Banyak nama muncul hanya sebagai relasi sosial, mitra bisnis, atau bahkan korban yang identitasnya disamarkan.

Namun, rilisnya dokumen ini menandai babak baru dalam pencarian keadilan bagi para korban, sekaligus menjadi pengingat pahit tentang bagaimana kekuasaan dan kekayaan bisa digunakan untuk melindungi praktik yang melanggar hukum selama puluhan tahun.(*)

Editor : Hernawati
#penjahat seks #Epstein Files #global #Tokoh #skandal