Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Misteri Penembakan Rumah Suami Anggota DPRD Jateng, Polisi Uji Balistik Proyektil

Ari Arief • Selasa, 17 Februari 2026 | 12:10 WIB

DIAWASI: Garis polisi dipasang oleh polisi di tempat kejadian perkara.
DIAWASI: Garis polisi dipasang oleh polisi di tempat kejadian perkara.

KALTIMPOST.ID,PEKALONGAN-Aparat kepolisian dari Polres Pekalongan, Jateng, saat ini tengah mendalami insiden penembakan yang menyasar kediaman Amat Muzakhim (56) di Kelurahan Kedungwuni Timur.

Peristiwa yang menimpa suami dari salah satu anggota DPRD Jawa Tengah tersebut terjadi pada Sabtu malam, 14 Februari lalu.

Kapolres Pekalongan, Rachmad C. Yusuf, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa satu butir proyektil dari tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini, proyektil tersebut sedang dianalisis secara mendalam oleh tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah guna mengidentifikasi jenis dan kaliber senjata yang digunakan.

Berdasarkan hasil olah TKP yang berlangsung selama lebih dari dua jam, ditemukan beberapa fakta awal. Yaitu, frekuensi tembakan teridentifikasi hanya ada satu kali tembakan.

Pola tembakan peluru mengenai bagian atas dek teras, lalu memantul dan jatuh di sisi kiri garasi rumah korban. Arah tembakan berdasarkan rekaman circuit closed television (CCTV) menunjukkan bahwa tembakan diarahkan ke atas, bukan langsung menyasar korban.

Baca Juga: Teror Penembakan Suami Anggota DPRD Jateng, Korban Sebut Oknum DPR RI Diduga Dalang: Ini Kronologi Lengkapnya

Motif dan Dugaan Sementara

Sejauh ini, pihak kepolisian menduga insiden tersebut merupakan bentuk aksi teror. Namun, polisi masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan apakah senjata yang digunakan adalah senjata api organik atau jenis lainnya.

"Kami masih terus berupaya mengungkap identitas pelaku serta motif di balik tindakan ini. Kesimpulan akhir akan disampaikan setelah hasil pemeriksaan dari Labfor keluar," ujar pihak kepolisian, dikutip Selasa (17/2).

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berjalan secara intensif untuk mengumpulkan petunjuk tambahan di lapangan.(*)

Editor : Hernawati
#proyektil #polda jawa tengah #cctv #dprd jawa tengah