Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

ULN Indonesia 2025 Tembus US$ 431,7 Miliar, Singapura Masih Jadi Kreditur Terbesar

Ari Arief • Senin, 23 Februari 2026 | 14:06 WIB

Ilustrasi utang
Ilustrasi utang

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada penutupan tahun 2025 tercatat mengalami kenaikan.

Berdasarkan data terbaru Bank Indonesia (BI), total beban utang luar negeri mencapai US$ 431,7 miliar, meningkat dibandingkan posisi akhir 2024 yang bertengger di angka US$ 425,11 miliar.

Terdapat dinamika yang menarik dalam komposisi utang tahun ini. Beban utang sektor publik mengalami lonjakan, sementara sektor swasta justru menunjukkan tren penurunan.

Tercatat, ULN pemerintah melonjak menjadi US$ 214,3 miliar dari sebelumnya US$ 203,1 miliar pada tahun 2024.

Sementara untuk ULN swasta tercatat mengalami penyusutan ke angka US$ 192,8 miliar, lebih rendah dari catatan tahun sebelumnya yang sebesar US$ 194,4 miliar.

Baca Juga: Ngeri! Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi Tembus Rp 7.282 Triliun, BI Ungkap Faktor yang Bikin Investor Tetap Percaya

Dalam siaran persnya dikutip Senin (23/2/2026), Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa kondisi utang nasional masih dalam batas aman.

Hal ini didukung oleh rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang terjaga di level 29,9% pada kuartal IV-2025.

Selain itu, struktur utang didominasi oleh pinjaman jangka panjang dengan porsi mencapai 85,7%.

Peta Pemberi Pinjaman Utama

Masih dalam siaran pers itu jika dilihat dari sumbernya, mayoritas modal asing ini berasal dari pinjaman bilateral antarnegara dengan total US$ 205,97 miliar.

Berikut adalah daftar negara dan organisasi internasional penyokong utama ULN Indonesia.

Baca Juga: Terdesak Utang, Seorang Ibu Nekat Bakar Toko Emas di Makassar demi Gondol Perhiasan Rp 2 Miliar

Daftar negara kreditur terbesar (per akhir 2025), yaitu Singapura US$ 55,09 miliar, Amerika Serikat US$ 27,30 miliar, Tiongkok US$ 23,73 miliar, Jepang US$ 20,28 miliar, Hong Kong US$ 19,20 miliar.

Sementara itu, untuk kategori lembaga keuangan internasional, World Bank (IBRD) masih menjadi mitra terbesar dengan kucuran dana US$ 22,09 miliar, disusul oleh Asian Development Bank (ADB) senilai US$ 12,65 miliar, dan IMF sebesar US$ 8,82 miliar.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#bi #jepang #tiongkok #uln indonesia #hong kong #amerika serikat #singapura