Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Aktivitas Bukber di Hotel Masih Lesu, Okupansi Kamar Hanya 20 Persen

Ulil Mu'Awanah • Selasa, 24 Februari 2026 | 20:13 WIB

MASIH SEPI: Jika pada Ramadan sebelumnya satu hotel dapat menerima hingga 200 tamu per hari untuk kegiatan buka puasa bersama, tahun ini belum mencapai setengahnya.
MASIH SEPI: Jika pada Ramadan sebelumnya satu hotel dapat menerima hingga 200 tamu per hari untuk kegiatan buka puasa bersama, tahun ini belum mencapai setengahnya.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Sektor perhotelan di Balikpapan menghadapi tantangan berbeda pada awal Ramadan tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Permintaan paket buka puasa bersama (bukber) maupun tingkat hunian kamar hotel tercatat masih rendah, bahkan jauh di bawah capaian tahun lalu pada periode yang sama.

Direktur Operasional Platinum Hotel Indonesia sekaligus Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan Soegianto mengungkapkan, sejak hari pertama Ramadan hingga memasuki pekan kedua, aktivitas reservasi belum menunjukkan peningkatan signifikan.

Kondisi ini berbeda dengan Ramadan tahun lalu yang langsung ramai sejak awal bulan. “Kalau tahun lalu dari awal sudah penuh terus. Sekarang sampai hari ini belum banyak permintaan, masih sepi-sepi saja,” ungkap Soegianto, Selasa (24/2).

Ia menyebutkan, perbandingan jumlah tamu cukup mencolok. Jika pada Ramadan sebelumnya satu hotel dapat menerima hingga sekitar 200 tamu per hari untuk kegiatan berbuka puasa bersama, kini angka tersebut bahkan belum mencapai 50 orang per hari.

Menurutnya, fenomena ini tidak hanya terjadi di satu hotel, melainkan hampir merata di seluruh hotel di Balikpapan. Berdasarkan komunikasi dengan pelaku usaha perhotelan lainnya, sebagian besar mengalami kondisi serupa.

“Soal pola masyarakat sebenarnya tidak berubah. Tradisi buka puasa bersama di Balikpapan itu selalu kuat dari dulu. Jadi kemungkinan besar ini faktor timing saja, mungkin masyarakat masih menunggu gajian atau memasuki minggu kedua Ramadan,” jelasnya.

Selain rendahnya permintaan kegiatan berbuka, tingkat okupansi kamar juga mengalami penurunan. Pada awal Ramadan, tingkat hunian rata-rata hanya berada di kisaran 20 persen, angka yang tergolong rendah untuk kota bisnis seperti Balikpapan.

Meski demikian, pelaku industri masih menaruh harapan pada peningkatan permintaan di pertengahan Ramadan. Soegianto menilai pergerakan pasar biasanya mulai terasa setelah masyarakat menerima pendapatan bulanan dan mulai menggelar kegiatan sosial maupun perusahaan.

PHRI Balikpapan optimistis sektor perhotelan masih memiliki peluang pulih selama Ramadan berlangsung, terutama jika agenda buka puasa bersama korporasi dan komunitas mulai berjalan dalam beberapa pekan ke depan.

“Kita coba tunggu minggu kedua. Biasanya mulai bergerak. Jadi belum bisa disimpulkan turun permanen, ini bisa jadi hanya perlambatan di awal saja,” katanya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#buka puasa bersama #sepi #hotel #okupansi #paket buka puasa #balikpapan