SAMARINDA-Konsistensi layanan kegawatdaruratan medis di Kota Tepian kembali mendapat pengakuan nasional. Doctor On Call atau PSC 119 Samarinda menempati peringkat pertama secara nasional dalam penilaian Kementerian Kesehatan untuk periode Januari 2026.
Dari 372 kabupaten/kota yang memiliki layanan serupa, tingkat rasio keberhasilan panggilan Samarinda mencapai 97,60 persen. Kepala Dinas Kesehatan Samarinda dr Ismid Kusasih menjelaskan penilaian tersebut dilakukan langsung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Karena dari sisi pengawasan, PSC 119 berada di bawah Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan yang melakukan evaluasi rutin setiap bulan. “Biasanya laporan capaian itu kami sampaikan secara berkala ke pusat sebagai bagian dari monitoring,” ujarnya, Kamis (26/2).
Baca Juga: Disdag Samarinda Tunggu Penugasan, Perbaikan Tempias di Pasar Pagi Siap Dikawal
Ia menegaskan capaian itu menjadi indikator bahwa sistem respons kegawatdaruratan di Samarinda berjalan efektif. Tingginya rasio keberhasilan panggilan menunjukkan hampir seluruh laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti tim di lapangan. “Ini bagian dari upaya kami menjaga mutu pelayanan agar masyarakat merasa aman ketika menghadapi kondisi darurat,” tegasnya.
Saat ini, PSC 119 Samarinda diperkuat 31 personel yang terdiri dari tujuh dokter, 13 perawat, delapan pengemudi ambulans, dan tiga tenaga administrasi. Mereka disiagakan selama 24 jam penuh untuk merespons laporan kedaruratan medis dari warga.
Baca Juga: Wacana Jukir Digaji UMK, Setoran Masuk Kas Daerah, Pemkot Matangkan SDM untuk Parkir Berlangganan
Dari sisi armada, tersedia enam unit ambulans yang terdiri atas tiga unit Basic Life Support (BLS), dua unit Advanced Life Support (ALS), serta satu mobil operasional. Dukungan sarana ini dinilai cukup memadai untuk menjangkau berbagai titik di wilayah kota.
Ismid menambahkan, keberadaan Doctor On Call PSC 119 merupakan bentuk komitmen Pemkot Samarinda dalam memastikan akses cepat terhadap layanan medis darurat. Dia mengimbau kepada masyarakat jika ada masalah kedaruratan medis, bisa langsung menghubungi 119 melalui ponsel atau telepon biasa. “Layanan ini aktif 24 jam tanpa henti. Tim akan sigap melakukan penanganan,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki