Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Rusia Kecam Agresi AS-Israel di Iran, Pelanggaran Serius terhadap Hukum Internasional

Ari Arief • Minggu, 1 Maret 2026 | 13:26 WIB

BALASAN: Iran meluncurkan gelombang rudal dan drone dalam serangan balasan ke Israel.
BALASAN: Iran meluncurkan gelombang rudal dan drone dalam serangan balasan ke Israel.

KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Ia mendesak kedua negara tersebut untuk segera menghentikan aksi militer di wilayah Iran yang dinilainya sebagai bentuk agresi tanpa provokasi yang melanggar Piagam PBB.

Nebenzia memperingatkan bahwa serangan udara tersebut telah memicu eskalasi berbahaya yang berpotensi meluas ke luar perbatasan Iran.

Ia menekankan beberapa risiko krusial akibat konflik ini. Krisis kemanusiaan dan ekonomi, dampak langsung serangan diprediksi akan mengganggu stabilitas finansial dan sosial di kawasan Timur Tengah.

Ancaman keamanan nuklir karena ketegangan di sekitar fasilitas Iran menimbulkan kekhawatiran serius terkait risiko kebocoran radiologis.

Rusia secara khusus meminta Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, untuk memberikan pernyataan tegas dan mengecam agresi tersebut.

Baca Juga: PBB Kecam Agresi AS-Israel, Diplomasi Nuklir Berada di Ambang Kehancuran

Tawaran Diplomasi Moskow

Meskipun situasi memanas, Rusia menyatakan kesiapannya untuk menjadi mediator. Nebenzia menegaskan bahwa Moskow mengedepankan solusi politik yang berbasis pada hukum internasional dan keseimbangan kepentingan antardua belah pihak.

Selain itu, ia memastikan bahwa prioritas utama Rusia saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh warga negaranya yang berada di Iran dengan mengambil langkah-langkah perlindungan yang diperlukan.

Kronologi Singkat: Gugurnya Ali Khamenei

Agresi yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026) ini menyasar pusat pemerintahan di Teheran, mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta menelan korban jiwa dari kalangan sipil.

Insiden paling fatal adalah gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akibat hantaman rudal di kantornya.

Baca Juga: Kekosongan Kekuasaan di Iran, Dewan Trilateral Ambil Alih Tugas Pemimpin Tertinggi

Sebagai aksi balasan, militer Iran meluncurkan rentetan rudal ke instalasi militer AS dan wilayah Israel.

Di tengah duka nasional Iran yang menetapkan 40 hari masa berkabung, Presiden AS Donald Trump justru mengeluarkan komentar kontroversial yang menyebut bahwa negosiasi dengan Iran kini akan menjadi jauh lebih mudah.(*)

Editor : Almasrifah
#nuklir #agresi #timur tengah #rusia #stabilitas #kritik