Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Rudal Balistik Iran Hantam Kapal Induk AS Abraham Lincoln di Laut Arab

Ari Arief • Senin, 2 Maret 2026 | 10:39 WIB

 

Ilustrasi empat rudal balistik Iran menghantam kapal induk AS di Laut Arab.
Ilustrasi empat rudal balistik Iran menghantam kapal induk AS di Laut Arab.

KALTIMPOST.ID,LAUT ARAB-Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru yang sangat berbahaya.

Empat rudal balistik milik Iran dilaporkan berhasil mengenai kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln (CVN-72), pada Minggu (1/3/2026) malam.

Insiden mematikan ini terjadi di perairan Laut Arab, berselang hanya satu hari setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebelum serangan terjadi, keberadaan USS Abraham Lincoln telah terpantau melalui pencitraan satelit.

Pengerahan gugus tempur ini sebenarnya bertepatan dengan upaya negosiasi nuklir dan pencabutan sanksi ekonomi antara pejabat AS dan Iran di Swiss pada pertengahan Februari lalu.

Namun, alih-alih meredakan situasi, kehadiran armada raksasa ini justru dianggap sebagai tekanan militer yang memicu kebuntuan jalur diplomasi.

Detail Serangan dan Posisi Armada

Baca Juga: Rudal Balistik Iran Hantam Permukiman Israel, 6 Tewas di Beit Shemesh Dekat Yerusalem

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat serangan terjadi, kapal induk kelas Nimitz tersebut berada di koordinat sekitar 240 kilometer (150 mil) dari pesisir Oman, atau sekitar 700 kilometer dari daratan utama Iran.

Sebagai pusat dari Carrier Strike Group, USS Abraham Lincoln dikawal ketat oleh tiga kapal perusak kelas Arleigh Burke.

Meski memiliki sistem pertahanan udara yang canggih, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeklaim bahwa empat rudal balistik mereka mampu menembus blokade pertahanan tersebut.

Hingga kini, pihak Pentagon masih melakukan investigasi mendalam untuk menilai tingkat kerusakan fisik dan kondisi ribuan personel di atas kapal senilai hampir Rp 10 triliun itu.

Guncangan Ekonomi Global

Baca Juga: Menimbang Kekuatan Teheran, Mampukah Iran Bertahan dari Gempuran Aliansi Barat?

Dampak dari serangan terhadap aset strategis AS ini langsung dirasakan oleh pasar dunia.

Harga minyak mentah melonjak drastis hingga melampaui angka US$ 150 per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Rute maritim yang terdampak sehingga banyak perusahaan perkapalan internasional mulai menginstruksikan kapal tanker mereka untuk menghindari Selat Hormuz dan Laut Arab guna mencegah risiko serangan lanjutan.

Konfrontasi langsung terhadap USS Abraham Lincoln ini menandai pergeseran radikal dalam peta konflik.

Aset militer bernilai tinggi milik Amerika Serikat kini tidak lagi sekadar menjadi instrumen penggetar (deterrent), melainkan telah menjadi target terbuka dalam peperangan langsung di kawasan tersebut.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#kapal induk #Negosiasi nuklir #laut arab #rudal balistik iran #amerika serikat #iran #abraham lincoln