KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Belum genap setahun dibangun, satu tiang penyangga jaring setinggi 40 meter di area Driving Range Samarinda roboh. Insiden itu langsung menjadi sorotan Komisi III DPRD Samarinda saat melakukan inspeksi lapangan Taman Balai Kota, Selasa (3/3).
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar mempertanyakan penyebab ambruknya tiang tersebut. Apalagi proyek driving range menelan anggaran besar, mencapai sekitar Rp 60 miliar termasuk fasilitas digitalnya.
"Kami mempertanyakan, kok bisa roboh, padahal itu baru saja dibangun. Apakah persoalan tanah yang labil atau kekuatan fondasinya yang kurang," ujarnya, Selasa (3/3).
Dari penjelasan Dinas PUPR, pembangunan tahap awal pada 2024 dilakukan di atas lahan yang sebelumnya merupakan rawa dan telah ditimbun. Kondisi itu diduga memengaruhi struktur dan kekuatan fondasi tiap tiang yang tidak merata.
"Artinya kemungkinan di sisi tertentu kekuatan fondasinya tidak cukup, sehingga terjadi kemiringan lalu roboh. Bahkan tadi kita lihat di sisi lain sudah mulai miring. Itu yang harus dipastikan benar-benar aman," tegasnya.
Deni mengingatkan, jangan sampai saat fasilitas dibuka dan masyarakat mulai beraktivitas, terjadi insiden yang membahayakan keselamatan. Selain faktor keamanan, dia juga menyoroti besarnya anggaran yang digelontorkan untuk proyek tersebut.
"Ini anggarannya besar, kurang lebih Rp 60 miliar dengan fasilitas digital dari Korea. Jangan sampai pembangunan sebesar ini tidak maksimal dan malah membahayakan," kata Deni.
Driving range tersebut dirancang menjadi fasilitas golf modern pertama di Kaltim dengan sistem digital. Karena itu, DPRD meminta agar kualitas konstruksi menjadi perhatian utama sebelum dioperasikan.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Samarinda Hendra Irawan menjelaskan, indikasi awal mengarah pada kelabilan struktur tanah.
"Secara umum kami menduga karena struktur tanah yang labil. Sebelum runtuh, saat tiang terlihat miring sudah kami turunkan lebih dulu. Sekarang dibongkar sampai ke lapisan fondasi bawah untuk dilakukan perbaikan ulang," jelasnya.
Perbaikan akan segera dikebut agar progres signifikan bisa terlihat dalam beberapa pekan ke depan.
Terkait operasional fasilitas, Hendra menyebut pihaknya telah menyerahkan secara fisik kepada Sekretariat Daerah Kota Samarinda. "Untuk pengoperasian nanti menjadi kewenangan sekretariat daerah," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A