KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Konflik di kawasan Timur Tengah menjelang musim haji tahun 2026 menjadi perhatian pemerintah. Di Kaltim, sebanyak 3.189 calon jemaah asal Provinsi Kaltim yang dijadwalkan berangkat pada April 2025 mendatang masih menunggu perkembangan situasi konflik di sana.
Plt Kepala Kanwil Kemenhaj Kaltim, Mohlis Hasan, membenarkan bahwa ketegangan yang belum mereda berpotensi memengaruhi jadwal keberangkatan apabila kondisi keamanan tidak kunjung membaik.
Penyelenggara haji di daerah, lanjut dia, akan terus mencermati dinamika tersebut, mengingat waktu pelaksanaan ibadah haji tinggal sekitar 54 hari lagi.
Meski demikian, hingga kini jadwal keberangkatan jemaah masih berjalan sesuai rencana.
“Kami juga mencermati dampaknya terhadap penyelenggaraan haji. Saat ini proses haji tinggal sekitar 54 hari lagi. Jika konflik ini berkepanjangan, tentu akan menjadi perhatian serius,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Berbeda dengan umrah yang sebagian besar dikelola oleh pihak swasta, penyelenggaraan ibadah haji sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab pemerintah.
Karena itu, setiap keputusan terkait keberangkatan akan mengikuti kebijakan resmi pemerintah pusat berdasarkan pertimbangan keamanan. Sejauh ini, lanjutnya, jadwal keberangkatan calon jemaah haji Kaltim belum mengalami perubahan.
Jemaah dijadwalkan mulai masuk embarkasi pada 25 April 2026, sementara kloter pertama direncanakan berangkat ke Tanah Suci pada 26 April 2026. “Insya Allah jadwal masih sesuai rencana. Namun tentu kami terus memantau perkembangan situasi,” lanjutnya.
Baca Juga: Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Pencegahan Yaqut dan Gus Alex hingga Agustus 2026
Pemerintah menegaskan aspek keamanan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan ibadah haji maupun umrah. Dalam prinsip syariat Islam, kata Mohlis, perjalanan ibadah tersebut mensyaratkan adanya jaminan keamanan perjalanan dan wilayah tujuan, selain kemampuan finansial dan kondisi kesehatan jemaah.
Apabila salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi, kewajiban haji maupun umrah dapat gugur hingga kondisi memungkinkan. Di tengah kekhawatiran akibat situasi geopolitik, calon jemaah haji Kaltim juga memperoleh kabar positif.
Pemerintah memastikan adanya tambahan kuota sebanyak 603 orang untuk tahun 2026. "Penambahan ini membuat total jemaah asal Kaltim yang akan diberangkatkan tahun ini mencapai 3.189 orang," pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki