Informasi tersebut mengemuka dari sejumlah sumber yang dikutip media luar negeri, menyebut pergerakan pasukan Kurdi telah dimulai dari basis mereka di wilayah Kurdistan Irak. Kelompok ini selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu oposisi bersenjata yang menentang pemerintah Teheran.
Sumber lain menyebutkan, persiapan operasi sudah dilakukan beberapa hari terakhir. Bahkan beredar kabar adanya dukungan dari badan intelijen AS, meski belum ada pernyataan resmi dari Washington.
Namun, klaim tersebut segera dibantah sejumlah pihak. Wakil Kepala Staf Perdana Menteri Kurdistan, Aziz Ahmad, menegaskan tidak ada pengerahan pasukan ke wilayah Iran.
Penolakan serupa disampaikan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Otoritas militer Iran itu menyebut kabar pergerakan milisi Kurdi sebagai informasi yang bertujuan mengganggu stabilitas keamanan nasional.
Di tengah simpang siur laporan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilaporkan melakukan komunikasi dengan pimpinan Persatuan Patriotik Kurdistan di Irak, Bafel Talabani. Pembicaraan tersebut membahas situasi keamanan perbatasan serta pentingnya koordinasi guna mencegah infiltrasi kelompok bersenjata.
Perkembangan ini terjadi saat ketegangan regional meningkat menyusul konflik terbuka antara Iran dengan Israel dan sekutunya. Pengamat menilai, setiap pergerakan kelompok bersenjata di wilayah perbatasan berpotensi memperluas eskalasi yang sudah memanas dalam beberapa pekan terakhir.
Editor : Uways Alqadrie