KALTIMPOST.ID-Masyarakat Kutai Barat (Kubar) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya tautan atau link yang diduga merupakan situs penipuan (phishing) yang beredar melalui aplikasi pesan instan WhatsApp.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pesan berantai yang berisi tautan mencurigakan ramai dibagikan di berbagai grup percakapan masyarakat.
Salah satu tautan yang beredar mengatasnamakan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan judul “Festival Undian BRImo”.
Dalam pesan tersebut, pengirim mengklaim menawarkan hadiah utama berupa dua unit kendaraan roda empat bagi para pemenang undian.
Namun informasi tersebut dipastikan tidak benar dan diduga merupakan modus penipuan digital.
Pegawai BRI Cabang Sendawar, Nuniek, menegaskan bahwa program undian yang beredar melalui tautan tersebut bukan berasal dari pihak BRI. “Tidak benar itu, Pak. Itu penipuan,” ujar Nuniek saat dikonfirmasi, Jumat (6/3).
Ia menjelaskan, jika dicermati lebih teliti, tampilan tautan tersebut tidak sesuai dengan identitas resmi BRI.
Salah satu indikasinya terlihat dari penggunaan logo yang tidak lagi digunakan oleh perusahaan tersebut.
“Kalau dilihat sekilas saja sudah berbeda. Logonya masih memakai logo lama BUMN, sementara sekarang BRI sudah menggunakan logo Danantara,” jelasnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat perlu lebih berhati-hati sebelum membuka tautan yang dibagikan melalui pesan instan, terutama jika pesan tersebut menawarkan hadiah atau keuntungan tertentu.
Phishing sendiri merupakan metode penipuan digital yang dilakukan dengan membuat situs palsu yang menyerupai lembaga resmi. Tujuannya untuk mencuri data pribadi korban, seperti informasi akun, kata sandi, hingga data perbankan.
Biasanya, situs semacam ini memiliki ciri-ciri tertentu, seperti alamat URL yang mirip dengan situs resmi, tidak menggunakan sistem keamanan HTTPS, tampilan desain yang kurang meyakinkan, serta menawarkan hadiah atau promosi yang tidak masuk akal.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan membuka tautan yang diterima melalui pesan WhatsApp atau media sosial lainnya, terutama jika sumbernya tidak jelas.
Jika menemukan pesan mencurigakan, warga disarankan untuk terlebih dahulu melakukan verifikasi melalui kanal resmi lembaga terkait. (rd)
SUNARDI
Editor : Romdani.