KALTIMPOST.ID, Nama Haji Her kembali menjadi sorotan publik. Pengusaha tembakau asal Madura yang dikenal sebagai “Sultan Tembakau” itu ramai dibicarakan setelah memanfaatkan keuntungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk membantu warga kurang mampu.
Di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Haji Her memulai program bedah rumah bagi warga miskin.
Program tersebut dimulai di Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, dengan peletakan batu pertama langsung oleh Haji Her untuk rumah milik seorang warga bernama Sulhan.
Yang menarik, dana pembangunan rumah itu bukan berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan.
Haji Her mengatakan bantuan tersebut berasal dari keuntungan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program MBG.
“Bantuan pembangunan rumah ini murni dari hasil program MBG yang sudah beroperasi kurang lebih sebulan,” ujar Haji Her, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga: Ogah Jadi Pejabat, Sultan Tembakau Haji Her Gunakan Cuan MBG untuk Bedah Rumah Warga di Bangkalan
Profil Haji Her, Pengusaha Tembakau Madura
Haji Her memiliki nama asli Khairul Umam. Ia lahir di Pamekasan, Madura, pada 25 November 1981 dan dikenal sebagai salah satu pengusaha tembakau sukses di Pulau Madura.
Perjalanan bisnis Haji Her dimulai dari bawah. Ia pernah bekerja sebagai tenaga penjualan sebelum akhirnya terjun ke bisnis perdagangan tembakau.
Pengalaman tersebut membuat Haji Her memahami rantai perdagangan tembakau dari petani hingga pabrik rokok.
Kini Haji Her dikenal sebagai CEO PT Bawang Mas Group, perusahaan yang bergerak di industri tembakau dan rokok.
Dari bisnis tersebut, namanya semakin dikenal hingga mendapat julukan Crazy Rich Madura atau “Sultan Tembakau”.
Selain sebagai pengusaha, Haji Her juga menjabat sebagai Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM).
Ia kerap memperjuangkan harga tembakau agar lebih menguntungkan bagi petani di Madura.
Target Bangun Rumah Warga dari Program MBG
Program sosial yang dilakukan Haji Her melalui MBG tidak berhenti pada satu rumah. Ia menargetkan pembangunan atau renovasi satu rumah warga kurang mampu setiap bulan.
“Memang kita baru jalan sebulan. Dari keuntungan MBG ini saya pakai untuk bedah rumah,” kata Haji Her.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengambil keuntungan pribadi dari operasional program MBG tersebut.
“Semua hasil MBG, tiap bulan satu rumah. Sepeserpun saya tidak ambil,” tegas Haji Her.
Rumah pertama yang dibangun melalui program ini adalah milik Sulhan di Desa Pangeleyan dengan nilai pembangunan sekitar Rp45 juta.
Baca Juga: Nasib 1.800 Honorer Pemkot Tangsel: Gaji Mandek Sejak Januari 2026, Banyak Bertahan dengan Pinjol
Crazy Rich Madura yang Dikenal Hidup Sederhana
Di kalangan masyarakat Madura, Haji Her dikenal sebagai pengusaha sukses namun tetap menjalani hidup sederhana. Penampilannya hampir selalu mengenakan sarung dan peci cokelat, bahkan saat bepergian ke luar negeri.
“Saya enak, nyaman pakai sarung. Sudah kebiasaan,” ungkap Haji Her.
Meski sering melakukan kegiatan sosial, Haji Her juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki ambisi untuk masuk ke dunia politik.
“Saya tidak ingin jadi pejabat, langsung dilantik pun saya tidak mau,” kata Haji Her.
Baginya, berbagai kegiatan sosial yang dilakukan merupakan bentuk rasa syukur atas rezeki dari hasil tembakau Madura yang selama ini menjadi sumber penghidupannya. ***
Editor : Dwi Puspitarini