KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Fakta baru dalam perjalanan program Gratispol Pendidikan Pemprov Kalimantan Timur. Selain Nomor Induk Kependudukan yang diduga dimanipulasi, muncul pula temuan IPK calon pendaftar yang tidak sesuai angka.
Hal itu terungkap setelah tim penyelenggara Gratispol Pendidikan menelisik data-data calon penerima Beasiswa Gratispol Pendidikan Jalur Luar Daerah, yang disandingkan lewat platfrom Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) Kemenndikbudristek.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Kaltim, Dasmiah, tak menampik ketika ditanya soal apakah ada upaya mahasiswa yang memanipulasi data-data persyaratan calon penerima bantuan tersebut.
Baca Juga: Beasiswa Gratispol Kaltim Disusupi Modus NIK Palsu, Puluhan Mahasiswa Luar Daerah Dicoret
Untuk kasus beasiswa luar daerah, Dasmiah mengatakan, sejak awal diluncurkannya program itu persyaratan utama bagi calon penerima Beasiswa Luar Daerah memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25.
"Saat calon penerima mendaftar melampirkan berkas sesuai dengan ketentuan persyaratan. Tapi setelah diverifikasi oleh penyelenggara, ada perbedaan data," ucapnya, Senin (9/3/2026).
Dasmiah menyebut, sejumlah mahasiswa ditemukan dalam data PDDikti mendapatkan nilai IPK di bawah 3.00. Ditanya soal jumlah oknum mahasiswa yang merubah data itu, Dasmiah belum bisa memberikan data-data tersebut. "Banyak pola yang begitu. Ada puluhan, dari beragam kampusnya. Kalau dari luar daerah juga ada yang merubah sertifikat prestasinya," singkatnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki