KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Momentum khidmat mewarnai peringatan Nuzulul Quran tingkat kenegaraan di Istana Negara, Selasa (10/3) malam.
Cendekiawan muslim sekaligus ahli tafsir terkemuka, Prof. Quraish Shihab, memberikan pesan sekaligus doa khusus yang ditujukan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
Dalam ceramahnya, Quraish mengawali dengan ungkapan syukur atas amanah yang diberikan untuk menyampaikan pesan bagi bangsa. Namun, fokus utamanya tertuju pada esensi kekuasaan yang kini diemban oleh Prabowo.
"Saya berterima kasih diberi kepercayaan untuk menyampaikan apa yang perlu kita sadari bersama. Doa pertama saya panjatkan untuk Bapak Presiden," tutur Quraish.
Filosofi Kekuasaan
Baca Juga: Energi Nasional Aman, Dua Kapal PIS Berhasil Keluar dari Zona Konflik Timur Tengah
Mengutip doa masyhur dari ulama besar Mesir, Muhammad Metwally Al-Sha'rawi, Quraish mengingatkan bahwa mandat kepemimpinan bukanlah semata-mata hasil usaha manusia, melainkan ketetapan Sang Pencipta.
"Kekuasaan itu bersumber dari Tuhan. Tidak ada sosok yang memegang tampuk kepemimpinan kecuali atas kehendak-Nya, terlepas dari apakah penguasa tersebut mengikuti tuntunan-Nya atau justru sebaliknya," urai ayah dari jurnalis Najwa Shihab tersebut.
Doa untuk Kesejahteraan dan Keadilan
Quraish kemudian merangkai doa yang menyentuh sisi kemanusiaan dan tanggung jawab pemimpin.
Ia menekankan bahwa jika kepemimpinan Prabowo adalah jalan yang ditakdirkan Tuhan untuk membawa kemakmuran bagi bangsa, maka masyarakat memiliki kewajiban moral untuk menyokongnya.
Baca Juga: Satu Suara Lawan AS, Korea Utara Dukung Pemimpin Tertinggi Baru Iran Mojtaba Khamenei
"Apabila Yang Mulia adalah takdir bagi kami rakyat dalam arti Tuhan menghendaki Bapak untuk menyejahterakan kami, maka doa kami adalah semoga kami dimampukan untuk membantu Bapak," ucapnya dengan nada tenang.
Lebih lanjut, ia juga mendoakan agar Prabowo senantiasa mendapat bimbingan ilahi jika mandat tersebut digunakan untuk menegakkan pilar keadilan dan perdamaian di Tanah Air.
"Namun, jika jabatan ini adalah takdir Yang Mulia untuk menegakkan keadilan dan perdamaian, kami berdoa agar Bapak selalu dibantu oleh Tuhan, dan kami pun akan tegak berdiri untuk ikut membantu," tegasnya.
Pesan ini menjadi pengingat spiritual di tengah dinamika pemerintahan, menekankan bahwa sinergi antara doa rakyat dan ikhtiar pemimpin adalah kunci bagi kemajuan bangsa ke depan.(*)
Editor : Almasrifah