KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Warga Samarinda sempat dihebohkan dengan keluhan kendaraan bermotor yang mengalami “brebet” atau kehilangan tenaga setelah Lebaran 2025.
Kondisi tersebut ramai diperbincangkan setelah sejumlah pengendara mengaku mengalami masalah mesin usai mengisi bahan bakar di beberapa SPBU di Kota Samarinda.
Menanggapi kekhawatiran publik soal dugaan kualitas BBM oplosan, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, memastikan persoalan itu telah ditangani dan tidak kembali terulang.
Menurut Bambang, pihak Pertamina telah melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan kualitas bahan bakar serta kelancaran distribusi tetap terjaga.
“Masalah tersebut sudah ditangani oleh pihak Pertamina. Setelah itu juga tidak ada lagi kejadian serupa. Jadi saya kira semua pihak sudah melakukan langkah mitigasi agar kejadian tersebut tidak terulang kembali,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Bambang menjelaskan, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi dan ketersediaan BBM di Benua Etam.
Pengawasan tidak hanya fokus pada stok, tetapi juga memastikan jalur distribusi berjalan lancar tanpa hambatan.
Hingga kini, Dinas ESDM Kaltim disebutnya belum menemukan adanya lonjakan permintaan BBM yang signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Pemantauan intensif dilakukan terutama di wilayah Balikpapan dan Samarinda yang menjadi pusat penyimpanan dan distribusi energi di provinsi tersebut.
"Selain itu, kami juga melakukan pemantauan di dareah utama, Balikpapan dan Samarinda. Karena kan pusat storage berada di sana. Tapi sejauh ini tidak ada lonjakan permintaan," imbuhnya.
Meski konflik geopolitik di Timur Tengah masih berlangsung, Bambang memastikan pasokan BBM dalam kondisi aman menjelang Lebaran. Pihaknya mengaku belum menerima laporan terkait kelangkaan BBM di masyarakat hingga saat ini.
"Di daerah (Kaltim) belum ada keluhan BBM langka. Kondisinya masih stabil setelah kami melakukan pengecekan ke Pertamina Patra Niaga. Alhamdulillah kondisi aman hingga Lebaran," kuncinya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki